Berita  

Ada PNS Belum Terima THR? Hal ini Penyebabnya!

Ada PNS Belum Terima THR? Hal ini Penyebabnya!

Jakarta – Kementerian Keuangan memulai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI-Polri, Polri lalu pensiunan pada tanggal 22 Maret 2024 kemarin. Namun, bisa saja belaka ada sebagian ASN atau PNS yang tersebut belum menerima pencairan tersebut, apa sebabnya?

Kepala Biro Komunikasi kemudian Layanan Berita Kementerian Keuangan Deni Surjantoro menyatakan mekanisme pencairan THR untuk ASN yang tersebut masih terlibat serta pensiunan ini berbeda. Dia mengutarakan khusus untuk pensiunan, dana THR akan dikirimkan secara langsung melalui PT Taspen (Persero) lalu PT Asabri (Persero)

“Pencairan THR untuk penerima pensiun dijalankan tanggal 22 Maret 2024, melalui pemindahan dari PT Taspen lalu Asabri ke akun penerima pensiun,” kata Deni dikutip, pada Hari Senin (25/3/2024).

Sementara itu, untuk THR para pegawai pemerintahan aktif, Deni mengatakan, akan dicairkan sesuai dengan pengajuan dari satuan kerja setiap kementerian atau lembaga ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Artinya, Kemenkeu baru bisa jadi mentransfer THR untuk ASN bergerak sewaktu telah menerima Surat Perintah Membayar (SPM).

“Pencairan THR untuk PNS, juga dimulai tanggal 22 Maret 2022 berdasarkan pengajuan satker K/L ke KPPN,” tutur Deni.

Hal yang dimaksud dikuatkan oleh keterangan dari Sri Mulyani sebelumnya. Sri Mulyani berkata, ada kemungkinan THR dibayarkan pasca hari raya Idul Fitri. Dia menyatakan hal itu mampu berlangsung apabila satuan kerja terlambat mengajukan perintah pembayaran ke KPPN.

“Satuan kerjanya kemungkinan besar terlambat pada mengajukan ke KPPN, jadi tagihannya belum, sehingga kami belum bisa saja membayar,” kata dia.

Selain itu, ia memaparkan ada pula wilayah yang dimaksud memiliki karakteristik tertentu sehingga pembayaran THR dijalankan tidak pada waktu Idul Fitri. Dia menggambarkan untuk daerah-daerah yang dimaksud mayoritas Kristen. Dia memaparkan THR dimungkinkan untuk dicairkan pada ketika hari raya Natal.

“Maka untuk THR dibayarkan pas hari natal bukanlah lebaran, tergantung karakteristik daerah, kita menghormati perbedaan itu,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, besaran anggaran yang dimaksud digelontorkan pemerintah untuk membayar THR kemudian penghasilan ke-13 mencapai Mata Uang Rupiah 99,5 triliun. Sebanyak Mata Uang Rupiah 48,7 triliun akan dibayarkan untuk keperluan THR. Sementara Mata Uang Rupiah 50,8 triliun dibayarkan untuk pendapatan ke-13.

Presiden Joko Widodo pun telah terjadi menetapkan ketentuan besaran THR maupun upah ke-13 pada tahun ini dibayar 100% atau komponennya penuh. Rencana pembayaran ini berubah menjadi yang mana pertama sejak masa Pandemi penyebaran virus Corona komponen THR yang diterima para ASN, TNI-Polri, serta pensiunannya tak 100%.

Hal ini ditetapkan pada Peraturan eksekutif (PP) No. 14 Tahun 2024 tentang pemberian THR serta upah ketigabelas (gaji ke-13) yang dimaksud ditanda-tangani Jokowi pada 13 Maret 2024.

Artikel Selanjutnya Selamat! Sri Mulyani Umumkan THR PNS, TNI & Polri Cair 100%

Artikel ini disadur dari Ada PNS Belum Terima THR? Ini Penyebabnya!