Berita  

Akal Bulus Firli Bahuri agar Diterima dari Sanksi Etik Terbaca, Dewas KPK Langsung Gercep: Biar Kita Plong!

Akal Bulus Firli Bahuri agar Diterima dari Sanksi Etik Terbaca, Dewas KPK Langsung Gercep: Biar Kita Plong!

Berita Teknologi Hari IniMelex.id Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menjamin putusan etik tidak ada akan terpengaruh, walaupun nantinya Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengabulkan pengunduran diri Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri lewat langkah presiden (keppres).

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menjelaskan, keppres tidaklah akan berpengaruh, dikarenakan Dewas KPK telah lama menyepakati putusan menghadapi dugaan pelanggaran etik Firli pada hari terakhir pekan (22/12/2023).

“Kita sudah ada mutuskan hal ini (dugaan pelanggaran etik Firli), kendati keppres-nya nanti muncul, misalnya nanti sore, atau besok. Ya itu, kami sudah ada plong, kenapa? Karena kami telah mutuskan,” kata Syamsuddin di tempat Gedung KPK C1, Jakarta.

Adapun pembacaan putusan diagendakan Dewas KPK pada Rabu 27 Desember 2023 pekan depan.

“Yang belum itu kan pembacaannya, namanya sidang pembacaan putusan itu tanggal 27 Desember jam 11.00 WIB,” ujar Syamsuddin.

Sementara itu, mantan penyidik KPK, Novel Baswedan menilai, tindakan Firli mengundurkan diri ketika proses etiknya masih bergulir, dinilai sebagai upaya untuk menghidari sanksi.

“Ini modus lama Firli. Sama ketika (saat Firli jadi) Deputi Penindakan melakukan pelanggaran berat, kemudian menghindar dengan cara mengundurkan diri,” kata Novel.

Nilai mengatakan hal yang dimaksud sebagai pola jahat, untuk lari dari tanggaung jawab.

“Modus ini harusnya tidaklah boleh terulang, sebab akan jadi pola ‘jahat’. Cara ini akan menghasilkan pelanggaran tiada diungkap dengan tuntas, sehingga pihak-pihak lain yang digunakan terlibat bukan diusut,” kata Novel.

Sebagaimana diketahu, Firli Bahuri telah dilakukan berstatus dituduh dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan ke Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Bersamaan dengan itu, Dewan Pengawas KPK juga menyidangkan dugaan pelanggaran etiknya, yakni rapat dengan SYL, tidak ada jujur melaporkan LHKPN, serta kepemiliki rumah dalam Jalan Kartanegara, DKI Jakarta Selatan.

Mundur

Sebagaimana diketahui Firli telah terjadi mengajukan surat pengunduran diri sebagai pimpinan KPK pada 18 Desember 2023. Surat pengunduran diri diserahkannya ke Presiden Joko Widodo lewat Menteri Sektretaris Negara.

“Maka saya mengakhiri tugas saya sebagai ketua KPK, serta saya menyatakan berhenti, dan juga saya juga menyatakan bukan berkeinginan untuk menambah masa berlaku masa jabatan saya,” kata Firli di tempat Gedung C1 KPK, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Kepada Presiden Jokowi, ia mengajukan permohonan agar permohonan pengunduran dirinya diterima, sekaligus memohon untuk dimaafkan.

“Saya mohon terhadap bapak Presiden berkenan menerima permohonan kami. Permohonan maaf kami dan juga juga sekaligus berhadapan dengan nama keluarga, menyampaikan terima kasih berhadapan dengan dukungan warga selama kami pengabdian terhadap bangsa negara selama 40 tahun,” kata Firli.

Meski begitu, Presiden Jokowi mengungkapkan surat pengunduran diri itu belum sampai ke meja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Namun, ia mengemukakan bahwa surat pengunduran diri Firli Bahuri sudah ada disampaikan lalu diterima Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

“Belum, belum sampai di dalam meja saya. Sudah disampaikan ke mensesneg, tetapi belum sampai ke meja saya,” kata Jokowi usai mengunjungi Seminar Nasional Perekonomian Outlook Indonesia di area Jakarta, hari terakhir pekan (22/12/2023).

Sementara itu, Jokowi menyebut, tindakan presiden (keppres) terkait pemberhentian Firli Bahuri masih di proses.

“Semua masih pada proses,” ucapnya.