Berita  

Aktivis 98 Kecam Sikap Jokowi yang Dukung Prabowo sebagai Capres

Aktivis 98 Kecam Sikap Jokowi yang tersebut Dukung Prabowo sebagai Capres

Berita Teknologi Hari IniMelex.id Jakarta – Aktivis 98 lalu Eks Sekjend Partai Rakyat Demokratik atau PRD Petrus Haryanto meminta-minta pertanggungjawaban calon presiden atau capres nomor 02 Prabowo Subianto melawan tindakan penculikan terhadap para aktivis pada 1998. Ia juga mengecam Presiden Joko Widodo atau Jokowi lantaran dinilai memperkuat Prabowo sebagai capres.

“Berdasarkan kebijakan komite kehormatan perwira tahun 1998, harus ditindaklanjuti, juga Prabowo harus bertanggung jawab. Kami juga mengecam presiden Jokowi yang mana dengan terang benderang menyokong Prabowo sebagai capres bahkan menyertakan anaknya untuk jadi cawapres,” katanya dalam acara Selamatkan Demokrasi Indonesia bertajuk Apa Saja Boleh Beda, Musuh Kita Tetap Sama pada Grand Sahid Jaya Hotel, DKI Jakarta pada Ahad, 21 Januari 2024.

Ia menyatakan Jokowi berkhianat terhadap para aktivis 98 sebab pernah berjanji akan mencari Wiji Thukul kemudian aktivis lainnya yang digunakan hilang kemudian akan menyelesaikan tindakan hukum pelanggaran HAM lainnya.

“Kami menganggap Jokowi tak akan mampu menyelesaikan persoalan hukum pelanggaran HAM penculikan aktivis bahkan tindakan hukum pelanggaran HAM lainnya,” katanya.

Dalam perkara pelanggaran HAM berat masa lalu, kata Petrus, khususnya tindakan hukum penghilangan paksa aktivis 98, ia menggalakkan rekomendasi DPR RI tahun 2009. “Pertama presiden membentuk pengadilan HAM, membentuk regu untuk mencari 13 aktivis yang tersebut ketika ini belum jelas nasibnya, memberikan rehabilitasi kemudian kompensasi terhadap keluarga korban, merativikasi konvensi arti penghilangan paksa agar pada kemudian hari tak muncul perkara pelanggaran HAM,” kata dia.

Petrus mengatakan, secara konkrit mengajukan permohonan perkara pelanggaran HAM pada masa lalu tak belaka diselesaikan nonyudisial melainkan juga secara yudisial pada proses pengadilannya. “Semua itukan telah dijalankan oleh Komnas HAM. Sudah cukup bukti bahwa Kejagung segera melakukan penuntutan kemudian perintah pembentukan pengadilan HAM segera dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, tiga Aktivis 1998 sempat menggugat Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI kemudian Anwar Usman eks Hakim Mahkamah Konstitusi ke Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Pusat, pada Jumat, 10 November 2023. Para aktivis itu mengecam aktivis 1998 yang tersebut pada masa kini bergabung dengan Prabowo-Gibran.

Adapun tiga aktivis 98 yang tersebut mengajukan gugatan itu adalah; Petrus Hariyanto, Firman Tendry Masengi, juga Azwar Furgudyama. Mereka didampingi oleh sebelas advokat dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) 2.0 perihal perbuatan melanggar hukum menghadapi pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon duta presiden atau Cawapres pada pemilihan 2024.

Pilihan Editor: Kata Maruarar Sirait, Tak Ada Contoh Kerukunan Tanpa Jokowi serta Prabowo

Sumber : Tempo.co