Berita  

Anies Kritik Heru Budi Soal Kampung Susun Bayam; Sudah Kami Bangun, Tinggal Diisi Saja

Anies Kritik Heru Budi Soal Kampung Susun Bayam; Sudah Kami Bangun, Tinggal Diisi Saja

Berita Terkini Hari IniMelex.id Calon Presiden (Capres) nomor urut satu, sekaligus eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengkritisi kondisi Kampung Susun Bayam (KSB) pada waktu ini. Ia menyesalkan warga yang dimaksud tak kunjung diberikan izin tinggal di area tempat yang disebutkan setelahnya dirinya lengser dari kursi DKI-1.

Pertanyaan perihal Kampung Bayam itu dilontarkan Politisi NasDem, Ahmad Sahroni ketika membawakan acara Resolusi Indonesia di dalam Tennis Indoor Senayan, DKI Jakarta Pusat, Hari Jumat (5/1/2024).

“Ini salah satu contoh keberlanjutan itu harus dituntaskan. Jadi sengaja dibangunkan dalam situ, disiapkan tempatnya dalam situ,” ujar Anies.

“Dan menurut saya tega sekali tempat yang digunakan sudah ada ditemparkan itu tidaklah diberikan terhadap warga Kampung Bayam yang seharusnya masuk ke tempat itu,” jelasnya menambahkan.

KSB diketahui merupakan tempat tinggal yang dimaksud dijanjikan Anies usai menggusur Kampung Bayam demi mendirikan DKI Jakarta International Stadium (JIS).

Pembangunan KSB yang dimaksud diselesaikan di dalam era Anies, tapi belum ditempati warga.

Kekinian, KSB yang dimaksud dikelola PT Ibukota Propertindo, (Jakpro) tak kunjung ditempati warga sebab hambatan tarif yang terlalu tinggi.

Relokasi Warga

Bahkan, Pemprov DKI yang dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur DKI pada saat ini merelokasi warga ke banyak rumah susun (rusun).

Menurut Anies, seharusnya Heru beserta jajarannya mencari solusi permasalahan itu agar warga dapat segera menempati KSB. Heru diharapkan bisa jadi mengurus dan juga menerbitkan izin.

“Saya berharap pemegang kewenangan yang digunakan ada sekarang (Heru Budi) menuntaskan hak-hak warga Kampung Bayam untuk mereka itu mampu tinggal di tempat tempat yang mana sudah ada kami bangun. Sudah dibangun tuh, udah kami bangun, udah siap tinggal diisi saja,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia pun menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan yang tersebut dilaksanakan penerus pimpinan suatu daerah. Tempat tinggal yang dimaksud sudah ada dijanjikan harus diberikan terhadap warga sesuai haknya.

“Ini tidak tentang kreditnya terhadap gubernur sebelumnya. Ini adalah perihal melindungi rakyat kita yang dimaksud punya hak untuk hidup serta tinggal di area tempat itu,” katanya.

Sumber : Suara.com