Apakah Menopause Terjadi pada Pria?

Apakah Menopause Terjadi pada Pria?

Melex.id – Jakarta – Tak hanya saja wanita, pria pun bisa saja mengalami “menopause ”. Penelitian yang mana dipublikasikan di tempat US National Library of Medicine yang dimaksud berjudul “The male menopause: do it exce?”, mengadopsi istilah “manopause,” yang dimaksud berarti istilah umum untuk perubahan terkait usia yang mana sifat pastinya masih belum diketahui.

Dilansir dari Harvard Health, walaupun wanita mengalami penurunan kadar estrogen pada usia 50 tahun, yang tersebut menyebabkan perubahan fisik lalu psikologis saat menopause, pria mengalami perubahan yang mana tambahan bertahap. Kadar testosteron pada pria mulai turun mulai usia 30 tahun. Namun penurunannya berjalan perlahan, yakni sekitar 1 persen per tahun selama sisa hidup mereka.

Akibatnya, banyak pria bahkan tiada menyadari efeknya selama beberapa dekade. Bagi kebanyakan pria, istilah “menopause pria” dapat keliru dikarenakan gejalanya bukan disebabkan oleh penurunan testosteron secara tiba-tiba seperti yang digunakan dialami wanita saat menopause.

Apa yang mana mungkin menyebabkannya?

Penurunan kadar testosteron secara bertahap adalah bagian alami dari proses penuaan. Namun, faktor lain juga dapat berkontribusi terhadap gejala yang berhubungan dengan menopause pria. Dikutip dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), berbagai permasalahan gaya hidup dan juga psikologis dapat memainkan peran penting. Masalah-masalah ini dapat mencakup:

  1. Stres: Tingkat stres yang digunakan tinggi dapat menyebabkan perubahan suasana hati, mudah tersinggung, lalu hilangnya minat terhadap seks.
  2. Depresi: Gejala seperti rendahnya gairah seks serta perubahan suasana hati dapat menjadi indikasi adanya depresi.
  3. Kecemasan: Ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
  4. Masalah pribadi: Masalah yang dimaksud berkaitan dengan pekerjaan, hubungan, keuangan, atau kegelisahan mengenai penuaan dapat menyebabkan gejala psikologis.

Selain itu, beberapa faktor fisik dapat meningkatkan gejala yang disebut secara signifikan, seperti merokok, gangguan jantung, kurang tidur, pola makan yang tersebut buruk, kurang olahraga, konsumsi alkohol berlebihan.

Dalam kasus yang tersebut jarang terjadi, hipogonadisme yang tersebut terjadi lambat, yakni suatu kondisi ketika testis menghasilkan sedikit atau tidaklah ada hormon mirip sekali, dapat menyebabkan gejala menopause pada pria. Penyakit ini sanggup berkembang di dalam kemudian hari, terutama pada pria yang tersebut mengalami obesitas atau menderita diabetes tipe 2. Namun, ini adalah kondisi medis langka yang tersebut bukan merupakan ciri khas penuaan.

Beberapa gejala umum

Ketika pria mencapai usia akhir 40-an hingga awal 50-an, dia mungkin mengalami serangkaian gejala yang sering dikaitkan dengan menopause pria. Beberapa gejala umum yang digunakan terjadi antara lain:

  1. Perubahan suasana hati kemudian mudah tersinggung
  2. Hilangnya massa otot dan juga berkurangnya kemampuan berolahraga
  3. Redistribusi lemak (seperti perut buncit)
  4. Kurangnya semangat atau energi
  5. Sulit tidur (insomnia) atau peningkatan kelelahan
  6. Konsentrasi buruk dan juga ingatan jangka pendek

Gejala-gejala ini dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari kemudian kebahagiaan pria secara keseluruhan. Jadi penting untuk mengidentifikasi penyebab yang tersebut mendasarinya serta menentukan intervensi yang dimaksud tepat.

Apa sajakah pilihan pengobatan?

Jika Anda mengalami gejala yang tersebut berhubungan dengan menopause pria, penting untuk mencari bantuan profesional. Dokter akan mulai dengan menyelidiki apakah gejala Anda mungkin terkait dengan faktor lain seperti penyalahgunaan alkohol, kesulitan tiroid, atau depresi.

Untuk menentukan apakah kadar testosteron Anda merupakan faktor yang tersebut berkontribusi, dokter akan mengukur kadar testosteron total dalam darah Anda. Jika kekurangan testosteron teridentifikasi, Anda juga dokter mungkin bisa saja mendiskusikan pilihan terapi penggantian testosteron (TRT) untuk meringankan gejala. Perawatan ini dapat diberikan melalui suntikan atau gel.

Manfaat Hormon Testosteron untuk Kesehatan Laki-laki

Sumber : Tempo.co