Berita  

Astaga! Gubernur Malut Abdul Gani ke Dokter Gigi hingga Check In Hotel Pakai Duit Korupsi

Astaga! Gubernur Malut Abdul Gani ke Dokter Gigi hingga Check In Hotel Pakai Duit Korupsi

Berita Terbaru Hari IniMelex.id Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba ternyata foya-foya dari uang hasil korupsi. Fakta itu terungkap setelahnya KPK menetapkan Abdul Gani resmi sebagai terdakwa pada tindakan hukum suap serta gratifikasi senilai Rp2,2 miliar.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebutkan jikalau dituduh Abdul Gani memakai uang hasil korupsi untuk kepentingan pribadi.

“Uang-uang yang disebutkan kemudian digunakan diantaranya untuk kepentingan pribadi AGK (Abdul Gani Kasuba) terdiri dari pembayaran menginap hotel lalu pembayaran dokter gigi,” kata Alexander Marwata di area Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (20/12/2023).

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba usai resmi ditetapkan sebagai terperiksa KPK. (Suara.com/Yaumal)
Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba usai resmi ditetapkan sebagai terperiksa KPK. (Suara.com/Yaumal)

Duit yang tersebut dipakai Abdul Gani untuk menginap dalam hotel hingga perawatan gigi bersumber dari penerimaan suap kemudian gratifikasi proyek pembangunan, juga jual beli jabatan di tempat lingkungan pemerintah provinsi Maluku Utara.

Proyek pembangunan infrastruktur itu memilki pagu anggaran Rp500 miliar.

Minta Maaf

Setelah resmi berstatus dituduh dalam KPK, Abdul Gani menyampaikan permintaan maaf. 

“Sebagai gubernur saya mengajukan permohonan maaf untuk masyarakat, kalau ada hal-hal sampai terjadi seperti ini,” kata Gani pada waktu digiring ke mobil tahanan KPK, Rabu.

KPK pada waktu merilis perkara korupsi Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dkk. (Suara.com/Yaumal)
KPK ketika merilis tindakan hukum korupsi Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dkk. (Suara.com/Yaumal)

Dia lantas menganggap perkara yang digunakan menjerat bagian dari risiko jabatannya sebagai gubernur.

“Rekan-rekan yang tersebut saya cintai itu namanya risiko pejabat, kadang-kadang kita salah. Apalagi dengan kadang-kadang tekanan masyarakat, keperluan masyarakat, jadi saya kira harus kita terima sebagai pejabat ya, dipercayakan,” kata Ghani.

Ghani mengklaim, selama hampir dua periode menjadi gubernur telah memberikan yang tersebut terbaik.

“Artinya telah mencoba selama dua periode, tapi akhirnya jabatan terakhir, tersandung persoalan seperti itu, saya kira itu risiko jabatan,” ujarnya.

OTT KPK

Abdul Gani sebelumnya terjaring pada operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Mulai Pekan (18/12/2023). Setidaknya dari 18 orang yang terjaring OTT, KPK kemudian menetapkan tujuh orang tersangka.

Mereka adalah Ghani, Kadis Perumahan lalu Pemukiman Adnan Hasanudin (AH), Kadis PUPR Daud Ismail (DI), Kepala BPPBJ Ridwan Arsan (RA), ajudan Gani, Ramadhan Ibrahim (RI), dan juga dua orang pihak swasta Stevi Thomas (ST) dan juga Kristian Wuisan (KW).

Atas perbuatannya, Stevi Thomas, Adnan Hasanudin, Daud Ismail, dan juga Kristian Wulsan sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dilakukan diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan, Ghani, Ramadhan Ibrahim, juga Ridwan Arsan sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah pernah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sumber : Suara.com