Berita  

Cabuli Bocah Berkali-kali, ASN Dishub DKI DKI Jakarta Berdalih Kilaf juga Sudah 7 Tahun Menduda

Cabuli Bocah Berkali-kali, ASN Dishub DKI DKI Ibukota Indonesia Berdalih Kilaf juga Sudah 7 Tahun Menduda

Berita Terkini Hari IniMelex.id Seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perhubungan DKI DKI Jakarta berinisial RT (57) mengaku khilaf usai ditangkap terkait tindakan hukum pencabulan terhadap bocah berusia 11 tahun di tempat Kemayoran, Ibukota Pusat. Dia juga berdalih melakukan perbuatan yang disebutkan oleh sebab itu sudah lama menduda.

“Karena khilaf dikarenakan saya sudah ada 7 tahun tak ada istri. Cuma dua kali saya lakukan,” kata RT pada Polres Metro Ibukota Pusat, Awal Minggu (8/1/2024).

RT lantas dapat dipertanggungjawabkan melakukan perbuatan yang disebutkan sebanyak dua kali sebab korban tak menolak.

“Pertama dikarenakan beliau tiada ada penolakan, ia diam aja makanya saya ulangi lagi. Yang kedua kali akhirnya dilaporkan,” ujarnya.

Pria paruh baya yang disebutkan lalu mengklaim tak ada niat jahat untuk menyetubuhi korban. Dia mengaku bercanda dengan meraba-raba korban.

“Saya bukan pernah punya niat jahat untuk menyetubuhi korban. Saya cuma bercanda-canda, memegang-megang,” dalihnya.

Film Porno

Kasus pencabulan ini terungkap setelahnya korban mengeluh kesakitan untuk orang tuanya setiap kali buang air kecil. Karena curiga orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Metro DKI Jakarta Pusat.

Berdasar hasil penyelidikan lantas terungkap bahwa korban dicabuli oleh RT yang dimaksud merupakan tetangganya. Tindakan bejat ini sudah pernah dilaksanakan RT berkali-kali sejak satu tahun terakhir.

Menurut pengakuan RT perbuatan cabul ini diadakan pada rumahnya ketika korban datang meminta-minta di area antar ke sekolah.

“Modusnya yang tersebut dilaksanakan oleh terdakwa adalah dengan menarik korban ke kamar di tempat rumahnya, kemudian menciumi dan juga meraba pada kemaluannya,” jelas Wakapolres Metro Ibukota Indonesia Pusat AKBP Anton Elfrino Trisanto.

Anton mengumumkan terdakwa RT setiap saat menunjukkan film porno terhadap korban setiap kali melakukan perbuatan bejatnya tersebut. Selain itu, terdakwa RT juga kerap menjanjikan korban dengan uang jajan.

“Pada pada waktu melakukan pencabulan ya korban disodori film porno melalui handphonenya. Kemudian beberapa kali melakukan si korban diberikan sebagian uang sebesar Rupiah 5 ribu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya RT kekinian sudah pernah ditahan dalam Polres Metro Ibukota Indonesia Pusat. Dia dijerat dengan Pasal 81 Juncto Pasal 78 b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Sumber : Suara.com