Berita  

Daftar Pembangunan 14 PSN Baru Tanpa APBN: Ada BSD kemudian PIK

Daftar Pembangunan 14 PSN Baru Tanpa APBN: Ada BSD kemudian PIK

Jakarta – otoritas menetapkan 14 usulan proyek strategis nasional (PSN) baru yang digunakan pembiayaannya berasal dari penanam modal swasta juga tak membutuhkan dukungan APBN.

PSN ini ditetapkan untuk menyokong kebijakan percepatan hilirisasi, membantu konektivitas, menggalang pengembangan serta kesetaraan dunia usaha nasional serta daerah, menciptakan lapangan kerja, juga mendapatkan dukungan Kementerian sektor.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengungkapkan engembangan 14 PSN baru yang disebutkan dilaksanakan dalam sebagian wilayah yakni pada Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, lalu Sulawesi Tenggara. Mencakup pengembangan di bervariasi sektor, 14 PSN baru yang dimaksud terdiri dari 8 Kawasan Industri, 2 Kawasan Pariwisata, 2 Jalan Tol, 1 Kawasan Pendidikan, Investigasi dan juga Teknologi, Kesehatan, juga 1 Proyek Migas Lepas Pantai.

“Salah satu PSN baru yang dikembangkan eksekutif yakni Penguraian Green Area serta Eco-City di posisi PIK 2 yang digunakan berlokasi di Provinsi Banten. Pengembangunan wilayah berbasis hijau dengan luas lebih besar kurang 1.756 Ha dinamakan “Tropical Coastland” dan juga ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau guna meningkatkan attractiveness bagi wisatawan,” ujar Haryo, pada siaran pers, dikutipkan Hari Senin (24/3/2024).

Destinasi pariwisata ini juga didesain untuk mengakomodasi Kawasan Wisata Mangrove yang tersebut merupakan mekanisme pengamanan pesisir secara alami. Proyek dengan nilai pembangunan ekonomi sekitar Rp65 triliun ini diharapkan dapat mengangkat sekitar 6.235 tenaga kerja segera lalu 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda.

Menurut Haryo, lawasan PIK 2 nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg yang dimaksud sudah pernah mulai digarap pada tahun 2023 lalu.

“Proyek Pengembangunan Green Area lalu Eco-City ini didukung secara segera oleh Menteri Perjalanan dan juga Sektor Bisnis Kreatif dengan pertimbangan posisi yang diusulkan sangat strategis lantaran berdekatan dengan Kawasan Penting Wisata Nasional (KSPN) Kepulauan Seribu serta Perkotaan Tua – Sunda Kelapa, dapat membuka potensi bidang usaha dan juga investasi, dan juga menciptakan lapangan kerja bagi penduduk pada Provinsi Banten dan juga sekitarnya,” paparnya.

Lebih jauh, pengembangan pariwisata serta sektor ekonomi kreatif ke Kawasan PIK 2 Tropical Coastland dibiayai dengan dana bersumber non APBN, dan juga komitmen dari Badan Usaha Pengusul untuk melakukan perkembangan secara bertahap dengan rencana opening tahap I terdiri dari danau lalu tempat ibadah sebagai destinasi Wisata Taman Bhineka paling lambat pada kuartal 3 (Q3) tahun 2024.

Selain itu, sambung Haryo, PSN baru yang digunakan akan dikembangkan pemerintahan yakni Pembangunan Kawasan Terpadu Bumi Serpong Damai yang dimaksud diperkirakan akan mengangkat pembangunan ekonomi sebesar Rp18,54 triliun.

“Proyek ini didukung oleh Menteri Bidang Kesehatan yang dimaksud telah dilakukan menerbitkan Surat Rekomendasi untuk Pembangunan Kawasan Sektor Bisnis Khusus di Kawasan BSD City,” paparnya.

Pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai tidaklah dikerjakan pada keseluruhan Kawasan BSD, tetapi belaka untuk kawasan dengan luasan sekitar 59,6 Ha. Pembangunan wilayah yang dimaksud akan difokuskan pada Pendidikan – Biomedical – Digital. Proyek ini sejalan dengan rencana pengembangan Biomedical Campus Terintegrasi pada area yang dimaksud untuk membantu inisiatif pengembangan kualitas lembaga pendidikan lalu kualitas penanganan kebugaran (medis) secara nasional.

Adapun, kawasan ini nantinya juga akan dikembangkan berubah menjadi Kawasan Kondisi Keuangan Khusus (KEK) yang mengembangkan Pendidikan, Investigasi Kesehatan, Sektor Bisnis Digital, Pembangunan Teknologi, Layanan Bidang Kesehatan juga Biomedical. Untuk pengembangan Biomedical Area ke BSD ditargetkan sampai dengan 30 tahun ke depan. Untuk milestone pertama di dalam 2024 yakni dengan adanya Grand Opening BioMedical Campus dalam tahun 2024. Lebih lanjut, wilayah yang dimaksud dipersiapkan sebagai KEK 1 (east district) pada waktu ini telah dilakukan dilewati oleh Jalan Tol Serpong – Balaraja lalu wilayah KEK 2 (west district) nantinya juga akan dilewati oleh Jalan Tol Serpong – Balaraja section 1B.

Proyek ini juga diperkirakan akan mampu menerima tenaga kerja sebanyak 10.065 penduduk secara segera maupun tidak ada secara langsung dengan estimasi Penghematan Devisa sebesar Rp10,1 triliun lalu Perolehan Devisa sebesar Rp5,6 triliun dari pengembangan layanan Bidang Kesehatan lalu Biomedical.

Berikut ini daftar lengkap 14 PSN yang akan dibiayai swasta:

1. Penguraian Kawasan Terpadu di dalam Bumi Serpong Damai (BSD)

2. Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang

3. Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur

4. Pengembangunan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah

5. Penguraian Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang

6. Pengembangunan Kawasan Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara

7. Penguraian Kawasan Industri Kolaka Resource, Sulawesi Tenggara

8. Penguraian Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara

9. Pengembangunan Kawasan Pesisir Surabaya Water Front

10. Pembangunan Kawasan Neo Energy Morowali, Sulawesi Tengah

11. Pengembangunan Pantai Indah Kapuk Tropical Concept

12. Penguraian Kawasan Industri Toapaya Bintan, Riau

13. Pengembangunan Jalan Tol di dalam Section Harbour Road II Ibukota Indonesia Utara

14. Penguraian Jalan Tol Dalam Daerah Perkotaan Bandung

Daftar 14 Proyek Krusial Nasional Baru Jokowi, Ada PIK Sampai BSDFoto: Infografis/Daftar 14 Proyek Krusial Nasional Baru Jokowi, Ada PIK Sampai BSD/Aristya Rahadian
Daftar 14 Proyek Penting Nasional Baru Jokowi, Ada PIK Sampai BSD

Artikel Selanjutnya Tungku Smelter Morowali Meledak, Kantor Luhut Perintahkan Hal ini

Artikel ini disadur dari Daftar Pembangunan 14 PSN Baru Tanpa APBN: Ada BSD dan PIK