Berita  

Duh! Aturan Batasan Barang ke Luar Negeri Bikin Gaduh

Duh! Aturan Batasan Barang ke Luar Negeri Bikin Gaduh

Jakarta – Sejumlah pesohor pada negeri kebingungan dengan kebijakan baru pemerintah tentang pembatasan barang bawaan penumpang pesawat yang tersebut akan berangkat ke luar negeri.

Salah satunya disampaikan Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi melalui akun X @ismailfahmi. Ia menyampaikan kebingungannya dengan melampirkan postingan akun instagram @beacukaikualanamu, yang tersebut sekarang ini diketahui sudah pernah terhapus.

Dalam postingan Bea Cukai Kualanamu disebutkan bahwa komunitas diperlukan memberitahukan barang bawaan dari Indonesia ketika ini bepergian ke luar negeri, di dalam terminal keberangkatan atau kedatangan. Tujuannya untuk mencegah pemungutan pajak menghadapi barang yang dimaksud pada waktu kembali ke Indonesia.

Menurut Fahmi pola penerapan kebijakan itu malah akan menghasilkan repot warga pada waktu berangkat ke luar negeri. Selain memakan sejumlah waktu, pola pelaporan itu juga belum jelas efeknya di mana tidaklah dilakukan, dikarenakan Bea Cukai mengumumkan ketentuannya cuma opsional terkait pelaporan itu.

“Jadi siapkan waktu lebih tinggi banyak. Kalau ternyata buru-buru, lalu ndak sempat lapor, ya kemungkinan besar alamat barang-barang yg dibawa dianggap semua beli dari luar, juga harus bayar bea. Gaes, negara lain yang digunakan melakukan ini ada ndak ya?” kata Ismail Fahmi.

Seniman yang tersebut merupakan pribadi komedian, Muhadkly Acho turut memposting ulang cuitan Ismail Fahmi melalui akun X nya. Ia bahkan menekankan ketentuan pelaporan untuk bea cukai ke bandara itu menyulitkan.

“Punya pemerintah bukannya bikin kita mudah, malah sukanya bikin ribet. Apes bener dah,” tulis Acho.

Cuitan Ismail Fahmi juga diposting ulang oleh aktor kenamaan Darius Sinathrya melalui akun X @Dsinathrya. Ia juga mengatakan, aturan itu menyulitkan, seolah-olah pemerintah menaruh kecurigaan berlebih untuk masyarakatnya yang dimaksud ingin pergi ke luar negeri.

“Gak sekalian bandaranya ditutup biar enggak usah ada yang digunakan mengundurkan diri dari negeri? Mau nerbitin jastip yang tersebut kena imbas semua penumpang,” tulis Darius.

Kegundahan para pesohor itu pun sudah direspons pemerintah melalui akun X Staf Khusus Menteri Keuangan Area Komunikasi Krusial Yustinus Prastowo @prastow. Ia memberi klarifikasi sekaligus memuat siaran pers dari Direktorat Jenderal Bea dan juga Cukai Kementerian Keuangan.

Prastowo mengatakan, ketentuan pelaporan itu sebetulnya telah lama diatur pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 2023/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor lalu Impor Barang yang dibawa oleh Penumpang kemudian Awak Sarana Pengangkut.

Menurutnya, di aturan itu, fokus pelaporan cuma untuk barang penumpang yang digunakan bernilai tinggi. Misalnya, sepeda gowes untuk olahraga, barang-barang pameran, barang-barang untuk syuting atau untuk konser di dalam luar negeri. Bukan tas jinjing atau sepatu seperti yang digunakan dicontohkan oleh Kantor Bea Cukai Kualanamu.

“Jadi tidak tas jinjing atau sepatu seperti dicontohkan,” ucap Prastowo.

Ia pun menekankan, Kantor Bea Cukai sangat selektif di menentukan barang yang dimaksud diperlukan deklarasi. Selama ini, menurut Prastowo sangat jarang penumpang biasa yang dimaksud melakukan pengumuman barang bawaan ke LN kemudian perjalanan dapat dilaksanakan seperti biasa saja.

“Deklarasi ini pun sifatnya layanan opsional, tidak kewajiban. Hal ini demi memberikan kemudahan pada waktu penumpang kembali ke tanah air. Opsi lain adalah menggunakan Custom Declaration yang disediakan atau cara lain,” tegasnya.

Prastowo pun menyampaikan permohonan maaf terkait postingan Bea Cukai Kualanamu. Sementara itu di dalam siaran pers Direktorat Jenderal Bea juga Cukai isinya sejenis dengan yang mana disampaikan Prastowo, namun menambahkan penekanan pada dukungan bea cukai untuk revisi ketentuan impor barang di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 36 Tahun 2023.

Artikel Selanjutnya Prabowo: Ditjen Pajak Pisah dari Kemenkeu, Penerimaan Negara Naik 23%

Artikel ini disadur dari Duh! Aturan Batasan Barang ke Luar Negeri Bikin Gaduh