Berita  

Gegara Tawuran Hingga Narkoba, Pemprov DKI Cabut KJP Plus 492 Siswa di dalam DKI Jakarta

Gegara Tawuran Hingga Narkoba, Pemprov DKI Cabut KJP Plus 492 Siswa pada pada DKI Ibukota

Berita Terkini Hari IniMelex.id Sebanyak 492 siswa pada Ibu Perkotaan dicabut status Kartu Ibukota Terampil atau KJP Plus dia oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Keputusan ini diambil setelahnya Disdik DKI melakukan monitoring dan juga evaluasi terhadap partisipan didik penerima bantuan sosial sekolah itu.

Plt Kepala Disdik DKI, Purwosusilo menyatakan berdasarkan monitoring juga evaluasi tahun 2023, tercatat sebagian kontestan didik penerima KJP Plus yang mana melanggar Peraturan Gubernur DKI DKI Jakarta Nomor 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan. Dalam Pergub itu terdapat larangan yang tersebut wajib dipatuhi para partisipan didik penerima KJP Plus.

“Apabila larangan yang dimaksud tidaklah dipatuhi, maka bantuan sosial sekolah akan dibatalkan. Namun, pembatalan juga dijalankan terhadap partisipan didik yang digunakan sudah ada lulus ataupun telah bekerja,” ujar Purwo terhadap wartawan, hari terakhir pekan (5/1/2024).

Sejumlah larangan yang mana dilanggar para siswa seperti mengambil bagian tawuran, minum minuman keras, menyalahgunakan narkoba, melakukan perundungan alias bullying, hingga tindakan asusila.

Namun, ada juga yang tersebut tak lagi memenuhi aturan akibat alasan administrasi, seperti orang tuanya diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), lulus sekolah, dan juga pindah sekolah.

Purwo pun mengimbau agar partisipan didik penerima KJP Plus dapat menaati aturan yang digunakan telah lama ditetapkan.

“Dinas Pendidikan dan juga pihak sekolah akan terus memantau dan juga mengevaluasi partisipan didik penerima KJP Plus. Sehingga, bantuan ini dapat tepat sasaran,” jelasnya.

Berikut alasan pencabutan KJP Plus terhadap 492 siswa yang tersebut tersebar pada setiap jenjang lembaga pendidikan (SD-SMA):

1. Tindakan asusila sebanyak 3 orang
2. Berkelahi sebanyak 1 orang
3. Berkendara mengakibatkan senjata tajam sebanyak 7 orang
4. Lulus sebanyak 5 orang
5. Melakukan bullying/tindak kekerasan/perundungan sebanyak 27 orang
6. Mencuri sebanyak 5 orang
7. Menggadaikan ATM KJP sebanyak 79 orang
8. Mengundurkan diri dari KJP/menikah sebanyak 39 orang
9. Meninggal sebanyak 3 orang
10. Menolak KJP sebanyak 1 orang
11. Merokok sebanyak 103 orang
12. Minum Miras/ Narkoba sebanyak 8 orang
13. Orang tua ASN (PNS/PPPK) sebanyak 10 orang
14. Pindah sekolah sebanyak 11 orang
15. Sudah bekerja sebanyak 8 orang
16. Tawuran sebanyak 163 orang
17. Melakukan aksi pidana sebanyak 1 orang
18. Tidak masuk sekolah sebanyak 18 orang

Perlu diketahui, sumber data pada pendataan KJP Plus diperoleh dari Informasi Terpadu Kemakmuran Sosial (DTKS) yang digunakan diperbarui secara berkala. Bagi keluarga bukan mampu yang mana belum terdaftar pada DTKS, dapat menghubungi Pusat Angka lalu Data Garansi Sosial atau Pusdatin Jamsos sesuai kelurahan tempat tinggal atau Kartu Keluarga (KK).

Sumber : Suara.com