Harga Emas Diprediksi Lanjut Naik pada 2024, Akankah Membentuk ATH Baru?

Harga Emas Diprediksi Lanjut Naik pada 2024, Akankah Membentuk ATH Baru?

Berita Pengembangan Usaha Hari IniMelex.id . Organisasi yang mana bergerak pada bidang Perdagangan Berjangka Komoditi PT Deu Calion Futures (DCFX) memprediksi, nilai tukar emas akan terus meningkat pada tahun 2024.

Hal ini didorong oleh adanya kemungkinan bahwa nilai dolar Amerika Serikat (AS) akan cenderung melemah lebih banyak lama akibat gagal bayar dan juga pengaruh untuk membayar obligasi.

Kondisi yang dimaksud akan menggerakkan penanam modal untuk meninggalkan dolar Amerika Serikat serta beralih ke aset safe haven lainnya, yakni emas. Pada tahun 2024, The Fed juga berencana menahan suku bunga acuannya tambahan lama sehingga bukan melakukan penutupan kemungkinan penurunan dolar AS. 

The Fed pun memperkirakan perkembangan sektor ekonomi akan melambat menjadi hanya sekali 1,5% pada tahun 2024, sebuah laju yang mana moderat namun positif. Federal Open Market Committee (FOMC) memproyeksikan tingkat pengangguran Amerika Serikat rata-rata sebesar 4,1% pada tahun 2024, masih berjauhan di tempat bawah rata-rata jangka panjang sekitar 5,7%.

Inflasi Negeri Paman Sam juga diprediksi akan cenderung mengalami penurunan yang cukup lama dikarenakan pengaruh dari gagal bayar utang kemudian sudah ada mencapai batas limit utang.

“Hal ini akan berpengaruh juga terhadap penurunan dolar Negeri Paman Sam yang dimaksud cukup lama juga penanam modal cenderung meninggalkan dolar AS,” kata analis DCFX Andrew Fischer di acara Apresiasi Jurnalis DCFX 2023 di tempat Ibukota Indonesia Selatan, Hari Jumat (15/12). 

FOMC memproyeksi, kenaikan harga PCE inti Amerika Serikat akan terus membaik dengan rata-rata 2,6% pada 2024 serta 2,3% pada 2025. Sementara itu, suku bunga acuan The Fed akan turun menjadi rata-rata 3,9% pada tahun 2025 lalu 2,9% pada tahun 2026.

Selain itu, risiko-risiko besar kemungkinan masih ada, di tempat antaranya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat kemudian China. “Begitu pula dengan meningkatnya risiko konflik Rusia-Ukraina yang mana berpotensi berdampak pada perekonomian negara lain,” ucap Andrew. 

Risiko kebijakan pemerintah pada negeri juga meningkat dengan pemilihan presiden serta umum. Begitu juga di dalam berbagai negara G20, termasuk pilpres penting dalam Negeri Paman Sam pada bulan November. Selain itu, pilpres pada India, Rusia, kemudian Meksiko juga akan menjadi beberapa insiden penting yang digunakan harus diperhatikan.

Andrew memprediksi, nilai emas akan mencatatkan harga jual all-time high (ATH) baru pada 2024 pasca mencapai ATH US$ 2.148 per ons troi pada awal Desember 2023. Target harga jual tertinggi pertama untuk emas pada tahun 2024 adalah sebesar US$ 2.200 per ons troi.

Setelah itu, nilai emas akan mencatatkan koreksi terlebih dahulu. Kemudian, nilai emas diprediksi akan menguji ATH baru lagi di tempat level US$ 2.400 per ons troi. 




Sumber : Kontan.co.id