Berita  

Haris Azhar lalu Fatia Menangis pada Ruang Sidang Usai Vonis Bebas Kasus Lord Luhut

Haris Azhar lalu Fatia Menangis pada Ruang Sidang Usai Vonis Bebas Kasus Lord Luhut

Berita Terkini Hari IniMelex.id Haris Azhar serta Fatia Maulidiyanty menitihkan air mata usai divonis bebas di dalam persoalan hukum pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan. Fatia menangis di area ruang sidang Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Timur (PN Jaktim), Hari Senin (8/1/2024).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, Fatia menangis setelahnya Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gede Arthana membebaskannya dari segala dakwaan jaksa pada persoalan hukum Lord Luhut.

Sementara Haris terpantau menangis ketika memeluk ibunya yang mana menonton persidangan tersebut. Haris tampak dengan erat memeluk ibunya di dalam ruang sidang.

Sesaat sidang ditutup oleh Majelis Hakim, Fatia tampak berdiri kemudian memeluk beberapa orang kuasa hukumnya. Pada momen ini, Fatia tampak menyeka air matanya beberapa kali.

Fatia terlihat menangis ketika berjalan ke arah bangku pengunjung sidang. Pada pembukaan wawancara dengan awak media, mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang juga Korban Kekerasan (KontraS) itu juga menangis terharu.

“Kami diputus bebas ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanan panjang demokrasi dalam Indonesia, yang saya rasa ini harus masih membutuhkan konsistensi,” kata Fatia untuk wartawan di dalam PN Jaktim.

“Semoga perjuangan kita sanggup terus berlanjut untuk demokrasi keadilan dan juga hak asasi manusia di tempat Indonesia,” tambah dia.

Untuk diketahui, Haris Azhar juga Fatia divonis bebas dalam persoalan hukum pencemaran nama baik Luhut.

Vonis itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gede Artahana pada Pengadilan Negeri Ibukota Timur (PN Jaktim), Awal Minggu (8/1/2024).

“Membebaskan terdakwa Haris Azhar dari semua dakwaan. Membebaskan terdakwa Fatia Maulidiyanty dari semua dakwaan,” kata Hakim Cokorda dalam ruang persidangan, Senin.

Majelis Hakim memutuskan Haris kemudian Fatia tidaklah melakukan perbuatan pidana pencemaran nama baik terhadap Luhut.

Selain itu, Majelis Hakim juga menyatakan bahwa unsur penghinaan, unsur pencemaran nama baik, unsur menyebarkan berita bohong bukan terbukti selama proses persidangan.

Tuntutan Haris kemudian Fatia

Sebelumnya, Haris Azhar dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada tindakan hukum pencemaran nama baik Luhut. Sementara Fatia dituntut 3,5 tahun penjara.

JPU meyakini Haris juga Fatia melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sumber : Suara.com