Berita  

Heboh Pemilihan Umum dalam Negara Gagal, Oposisi ‘Dibungkam’-Tak Bisa Nyapres

Heboh Pemilihan Umum di Negara Gagal, Oposisi ‘Dibungkam’-Tak Bisa Nyapres

Jakarta – Venezuela direncanakan akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) pada tahun ini. Namun seiring dekatnya hari pelaksanaan, muncul bola panas dari kelompok oposisi.

Mengutip AFP, kelompok oposisi Rangkaian Kesatuan Demokratik (PUD) menyatakan belum mampu mendaftarkan kandidatnya secara resmi. Mereka menduga dilarang mendaftarkan calon presidennya untuk mencalonkan diri berhadapan dengan Presiden Nicolas Maduro.

“Kami telah terjadi bekerja sepanjang hari… mencoba menggunakan hak konstitusional kami untuk mencalonkan kandidat kami. Ini adalah bukan kemungkinan besar dilakukan,” kata pejabat koalisi Omar Barboza pada video yang mana dirilis PUD pekan ini, dilansir AFP.

Maduro, 61 tahun, meresmikan pencalonannya sebagai presiden dengan meriah pada Senin, dengan ribuan warga berkumpul dalam belakangnya kemudian Partai Sosialis Bersatu Venezuela yang dimaksud berkuasa.

“Saya tersentuh oleh begitu sejumlah kemurahan hati kemudian pengakuan warga terhadap pria simpel dari lingkungan Caracas, pekerja yang mana rendah hati ini,” kata Maduro, sambil menghadirkan ilustrasi mentornya, pemimpin revolusioner Hugo Chavez.

Mantan sopir bus ini berupaya untuk menambah masa berlaku masa jabatannya yang digunakan penuh gejolak dengan masa jabatan enam tahun yang dimaksud ketiga, di berada dalam meningkatnya kegelisahan menghadapi kejatuhannya ke di otoritarianisme serta tindakan keras terhadap oposisi.

Karut Marut Oposisi

Sebelumnya, hak oposisi untuk memilih kandidatnya sendiri dimasukkan di kesepakatan pilpres yang tersebut ditandatangani dengan pemerintah pada bulan Oktober. Kesepakatan ini pun menyokong Amerika Serikat untuk meringankan sanksi minyak terhadap negara itu.

Sebagai permulaan, oposisi mengadakan pemilihan pendahuluan multi-partai pada Oktober 2023 untuk memilih satu kandidat untuk menghadapi Maduro.

Maria Corina Machado, manusia insinyur bidang berusia 56 tahun yang mana menggalang privatisasi perusahaan minyak negara PDVSA, meraih kemenangan pemilihan pendahuluan pada bulan Oktober dengan telak, memperoleh 93% suara, meskipun ia dilarang.

Meskipun ia mengajukan banding berhadapan dengan tindakan tersebut, Mahkamah Agung justru membuatnya kalah pada bulan Januari menghadapi tudingan dukungannya terhadap sanksi juga tuduhan korupsi. Machado membantahnya.

Sebagai tanggapan, Amerika Serikat menerapkan kembali beberapa sanksi kemudian memaparkan pembatasan minyak akan kembali berlaku pada bulan April kecuali apabila kebijakan yang dimaksud diizinkan untuk dijalankan.

Machado terus berkampanye, meskipun ada penangkapan terhadap beberapa sekutu lalu aktivisnya, yang menurut sumber-sumber yang mana dekat dengan partai berkuasa kemungkinan merupakan reaksi pemerintah terhadap menurunnya dukungan terhadap Maduro.

Sejumlah jajak pendapat memperkirakan Machado akan memperoleh setidaknya 50% suara. Di sisi lain, Maduro diperkirakan memperoleh sekitar 20%.

Sementara itu, pihak oposisi sudah pernah menekan Machado untuk menunjuk kandidat pengganti, lalu ia akhirnya menunjuk akademisi Corina Yoris. Namun Yoris tidaklah dapat mendaftar pada sistem online komite pemilihan hingga batas waktu 25 Maret.

Dua kelompok oposisi yang merupakan bagian dari koalisi luas yang dimaksud memperkuat Machado mendaftarkan kandidat lain sebelum batas waktu. Tim Persatuan Demokratik mendaftarkan Edmundo Gonzalez, mantan duta besar.

Di sisi lain, partai A New Time mendaftarkan Manuel Rosales, gubernur provinsi Zulia. Rosales, yang tersebut menurut beberapa pihak oposisi terlalu dekat dengan partai yang tersebut berkuasa selama masa jabatannya sebagai gubernur, menyatakan beliau mendaftar untuk menegaskan ada kandidat dari oposisi juga menghindari kekosongan calon.

Kandidat pengganti dapat ditunjuk hingga 20 April, sehingga pihak oposisi mempunyai waktu beberapa minggu untuk mengadakan negosiasi internal mengenai apakah akan mengupayakan Rosales atau Gonzalez atau menggantikan yang mana lain.

Ketika ditanya Pekan ini apakah ia akan mempertimbangkan aliansi dengan Rosales, Machado menyatakan ia mengambil langkah “hari demi hari”. Dia sebelumnya menegaskan kandidat koalisi tetap Yoris.

Di sisi lain, Rosales mengungkapkan pada hari Selasa bahwa ia bersedia mengutarakan posisinya terhadap kandidat persatuan jikalau oposisi dapat memilih salah satunya.

Sejumlah oposisi mengungkapkan mereka itu was-was kandidat atau penggantinya akan terkena larangan menduduki jabatan umum sebelum pemilihan umum tanggal 28 Juli.

Artikel Selanjutnya RI Cari Minyak Sampai Venezuela, Hal ini yang mana Diperoleh

Artikel ini disadur dari Heboh Pemilu di Negara Gagal, Oposisi ‘Dibungkam’-Tak Bisa Nyapres