Berita  

IHSG Dibuka Loyo, Gegara Ada Sengketa pemilihan raya dalam MK?

IHSG Dibuka Loyo, Gegara Ada Sengketa pemilihan raya pada MK?

Jakarta – Angka Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kurang bergairah pada awal perdagangan pembukaan I Mulai Pekan (25/3/2024), di berada dalam minimnya sentimen bursa global pada hari ini.

Pada membuka perdagangan sesi I hari ini, IHSG dibuka turun tipis 0,08% ke sikap 7.344,22. Selang sepuluhan menit, koreksi IHSG cenderung membesar sedikit yakni menjadi 0,15% ke 7.339,49.

Nilai operasi IHSG pada awal perdagangan pembukaan I hari ini mencapai sekitar Mata Uang Rupiah 589,7 miliar dengan melibatkan 906 jt lembar saham juga ditransaksikan sebanyak 78.775 kali.

IHSG cenderung melemah dalam berada dalam minimnya sentimen lingkungan ekonomi global pada pekan ini, sehingga penanam modal akan cenderung memantau sentimen dari pada negeri, khususnya serangkaian gugatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Adapun batas waktu pengajuan gugatan permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sejatinya sudah pernah berakhir pada Hari Sabtu (23/3/2024) kemarin.

Namun, Prosedur penangan PHPU masih akan berlanjut pekan ini yang tersebut akan berlangsung pada 25-28 Maret 2024. Pekan ini, terdapat tiga tahapan penting yang digunakan akan direalisasikan yaitu langkah-langkah administrasi gugatan, penetapan pihak terkait, juga penjelasan jawaban dari pihak terkait.

Dua pasangan calon presiden (paslon) sudah ada resmi menggugat hasil pilpres 2024 ke MK yakni paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar lalu paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Terdapat dua daftar perkara terkait presiden lalu delegasi presiden, 206 perkara DPR/DPRD, kemudian 8 perkara DPD.

Tim capres-cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan juga Muhaimin Iskandar, telah terjadi mendaftarkan permohonan pada Kamis (21/3/2024) dengan nomor: 01-01/AP3-PRES/Pan.MK/03/2024. Mereka memohon pemungutan pendapat ulang (PSU) tanpa keterlibatan Gibran Rakabuming Raka.

Sementara itu, pasukan nomor urut 03, Ganjar Pranowo kemudian Mahfud MD, mendaftarkan permohonan pada Hari Sabtu (23/3/2024) dengan nomor: 02-03/AP3-PRES/Pan.MK/03/2024. Mereka memohonkan MK mendiskualifikasi pasangan Prabowo Subianto dan juga Gibran Rakabuming Raka.

Beberapa partai urusan politik juga turut mengajukan gugatan. PPP, Partai Demokrat, PSI, kemudian PDIP, bersatu dengan Partai Garuda, Perindo, kemudian Hanura, mengajukan permohonan PHPU ke MK mendekati batas waktu pendaftaran. PPP mengajukan gugatan terkait pelanggaran ke 18 provinsi, sedangkan Partai Demokrat mengajukan gugatan terkait pelanggaran di dalam 11 provinsi.

Gugatan juga diajukan oleh caleg-caleg, seperti Ham Kora dari Partai Golkar lalu koordinator kuasa hukum PKS, Ahmar Ihsan Rangkuti, untuk beberapa jumlah provinsi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

Artikel Selanjutnya Cetak Rekor ATH Baru! IHSG Melesat Nyaris 1% Tembus 7.348,52

Artikel ini disadur dari IHSG Dibuka Loyo, Gegara Ada Sengketa Pemilu di MK?