Ilmuwan China Ciptakan Pengisi Daya Nirkabel dalam Bawah Kulit

Ilmuwan China Ciptakan Pengisi Daya Nirkabel pada Bawah Kulit

Berita Teknologi Hari IniMelex.id BEIJING – Para ilmuwan telah menciptakan perangkat pengisi daya nirkabel yang mana dapat dimasukkan di area bawah dermis . Sejauh ini, alat ini hanya saja diuji pada hewan pengerat, namun jikalau penelitian lanjutan pada manusia berhasil, berarti implan medis akan menghilangkan sel serta kabel yang digunakan menyertainya.

Sebagian besar perangkat bioelektronik, seperti sensor atau sistem pengiriman obat, seringkali dibatasi oleh kapasitas sel yang dimaksud terpasang. Seringkali komponen yang dimaksud juga dihubungkan ke catu daya eksternal, namun hal ini berisiko menyebabkan infeksi, teristimewa jikalau pasien memerlukan pembedahan untuk melepas atau mengganti komponen.

Untuk mengatasi hambatan ini, para ilmuwan merancang prototipe chip pengisi daya nirkabel yang digunakan dapat ditanamkan di dalam bawah kulit. Prototipe tersebut, diuji pada tikus, dapat mentransfer energi secara nirkabel ke seluruh tubuh atau memanen energi dari tubuh.

Dalam makalah yang diterbitkan pada 15 November di area jurnal Science Advances, chip bawah dermis yang fleksibel serta lembut juga dapat beradaptasi dengan bentuk jaringan selama prosedur. Kemudian chip yang dimaksud juga dapat terurai secara alami.

“Prototipe sistem catu daya kami mewakili langkah progresif yang tersebut penting pada memajukan berbagai perangkat medis implan yang mana dapat terbiodegradasi. Hal ini berpotensi untuk memberikan solusi energi yang dimaksud efektif kemudian andal,” kata Wei Lan, profesor elektronik di dalam School of Physical Science kemudian Teknologi di area Universitas Lanzhou di dalam Tiongkok, terhadap Live Science, Hari Minggu (24/12/2023).

Catu daya prototipe menggunakan kumparan magnesium yang digunakan mengisi daya ketika kumparan kedua ditempatkan di tempat berhadapan dengan kulit. Daya melintasi rangkaian serta kemudian memasuki modul penyimpan energi yang digunakan terbuat dari kapasitor hibrid zinc-ion.

Berbeda dengan penyimpan daya yang mana menyimpan energi pada bentuk kimia, superkapasitor ini menyimpan daya pada bentuk energi listrik. Baterai juga mempunyai kepadatan daya yang mana tinggi kemudian dapat mengeluarkan beberapa orang besar energi sekaligus, meskipun sel menyimpan lebih banyak sedikit energi per unit dibandingkan baterai.

Para peneliti menanamkan prototipe ini ke pada implan mirip chip yang dapat terurai secara hayati yang digunakan menggabungkan pengumpulan energi lalu penyimpanan energi. Ketika prototipe dipasang pada implan medis, daya dialirkan melalui sirkuit secara langsung ke perangkat lalu masuk ke kapasitor untuk meyakinkan pasokan daya konstan.

Sumber : Sindonews.com