Ilmuwan Rusia Dijebloskan ke Penjara Gara-Gara Sistem Teknologi AI Mengidentifikasi sebagai Pembunuh

Ilmuwan Rusia Dijebloskan ke Penjara Gara-Gara Sistem Teknologi Kecerdasan Buatan Mengidentifikasi sebagai Pembunuh

Berita Teknologi Hari IniMelex.id JAKARTA – Nasib malang menimpa ilmuwan di dalam Institut Biologi Air Tawar Akademi Sains Rusia, Alexander Tsvetkov. Dia ditangkap juga dijebloskan ke penjara dengan tuduhan pembunuhan.

Ahli hidrologi itu ditahan pada Februari 2023, setelahnya sistem Kecerdasan Buatan menentukan wajahnya sejajar 55 persen dengan sketsa pembunuh yang dimaksud digambar 20 tahun lalu oleh seseorang saksi. Dia pun akhirnya menghabiskan 10 bulan terakhir pada balik jeruji besi.

Dilansir dari Oddity Central, hari terakhir pekan (22/12/2023), Alexander Tsvetkov ditangkap ketika perjalanan dinas ke Krasnoyarsk juga diberitahu bahwa ia diidentifikasi sebagai pelaku pembunuhan tambahan dari 20 tahun lalu. Investigator menyatakan beliau juga rekannya diduga sudah membunuh setidaknya dua orang di dalam Wilayah Moskow kemudian sekitarnya pada Agustus 2002. Tuduhan ini mengabaikan fakta sebagai kesaksian beberapa ilmuwan Rusia yang menyatakan Tsvetkov berada bersatu mereka itu pada pada waktu pembunuhan terjadi.

Pembunuhan yang digunakan dituduhkan untuk Alexander Tsvetkov terjadi pada 2 Agustus 2002. Pertama, individu pria yang konon sudah pernah minum bersatu para dituduh dibunuh pasca pertengkaran. Pada di malam hari yang dimaksud sama, merekan merampok manusia wanita berusia 64 tahun, sebelum akhirnya menyerang kemudian membunuh wanita lain beserta ibunya yang digunakan berusia 90 tahun dengan dalih ingin menyewa apartemen.

Orang yang digunakan diduga menjadi rekan Tsvetkov, yang dimaksud mengaku melakukan pembunuhan, mengidentifikasi ilmuwan tersebut, tetapi ada beberapa kesulitan dengan kesaksiannya. Dia mengklaim Alexander pernah menjadi gelandangan bersamanya di tempat Moskow, minum alkohol, juga merokok setengah bungkus rokok sehari. Padahal, Tsvetkov tidak ada pernah menjadi gelandangan, tidak ada minum, lalu tiada pernah merokok sebatang rokok pun oleh sebab itu kesulitan paru-paru.

Orang itu juga mengingat bahwa Tsvetkov miliki tato cincin pada jarinya juga pola Celtic pada tangan kirinya. Tetapi keluarga ilmuwan yang disebutkan mengungkapkan bahwa ia tidak ada pernah mempunyai tato.

Sang ahli hidrologi juga diduga dipaksa untuk menulis pengakuan yang digunakan kemudian dicabutnya, kemudian ia menghabiskan 10 bulan terakhir di tempat balik jeruji, sementara keluarganya berupaya keras untuk membebaskannya.

Menurut beberapa sumber berita, meskipun ada tumpukan bukti yang digunakan membebaskan Tsvetkov dari tuduhan pembunuhan ini, pihak berwenang Rusia memilih untuk mempercayai perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan. Sistem itu menemukan bahwa penampilan ahli hidrologi yang disebutkan sejajar sekitar 55 persen dengan penjahat yang dimaksud dicari, yang dimaksud kelihatannya cukup untuk membenarkan penahanannya.

Kasus Alexander Tsvetkov telah lama menjadi berita utama pada Rusia selama berbulan-bulan, juga pasca kampanye memohonkan pembebasannya, juga desas-desus intervensi Vladimir Presiden Rusia , beliau dibebaskan awal bulan ini. Namun, tuduhan terhadapnya belum dicabut, sehingga ia masih belum sepenuhnya bebas dari hambatan hukum.

Sumber : Sindonews.com