Angka Wall Street: S&P 500 Tembus Level 5.000, Nasdaq Naik 1,25%, Dow Tergelincir

Angka Wall Street: S&P 500 Tembus Level 5.000, Nasdaq Naik 1,25%, Dow Tergelincir

Melex.id . Skala utama bursa Wall Street ditutup bervariasi di area akhir pekan ini, hari terakhir pekan (9/2).

Indeks S&P 500 ditutup di area melawan 5.000 untuk pertama kalinya pada Hari Jumat (9/2). Skala Nasdaq sempat diperdagangkan di dalam menghadapi 16.000, dengan dorongan dari saham-saham megacaps lalu chip, termasuk Nvidia oleh sebab itu penanam modal bertaruh pada teknologi kecerdasan buatan lalu mengamati data pendapatan yang mana kuat.

Namun, indeks Dow Jones tergelincir. hari terakhir pekan (9/2), Dow Jones Industrial Average turun 54,64 poin atau 0,14% menjadi 38.671,69.

Ineks S&P 500 menguat 28,70 poin atau 0,57% menjadi 5.026,61 kemudian Nasdaq Composite naik 196,95 poin atau 1,25% ke level 15.990,66.

Harga saham Nvidia naik 3,6% juga mencapai rekor tertinggi setelahnya Sumber Berita Reuters melaporkan Nvidia sedang memulai pembangunan unit kegiatan bisnis baru yang tersebut berfokus pada perancangan chip khusus untuk perusahaan komputasi awan serta lainnya, termasuk prosesor kecerdasan buatan (AI) yang canggih.

Hal ini terjadi pasca Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis bahwa Kepala Eksekutif OpenAI Sam Nama tokoh sedang melakukan pembicaraan dengan pemodal untuk mengoleksi dana bagi inisiatif teknologi yang dimaksud antara lain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pembuatan chip untuk menggalang AI.

“Kisah Kecerdasan Buatan sejauh ini adalah tentang pembangunan infrastruktur, chip, pusat data,” kata David Lefkowitz, kepala ekuitas Negeri Paman Sam di dalam UBS Global Wealth Management seperti dikutipkan Reuters.

Kata dia, ini setidaknya menggarisbawahi bahwa ada kemungkinan permintaan jumlah agregat yang sangat besar ke depan untuk infrastruktur AI.

Seiring dengan kinerja yang tersebut lebih tinggi baik dari indeks semikonduktor Philadelphia, naik 1,99%.

Emiten kelas berat yang mana berfokus pada teknologi, termasuk Microsoft, Amazon.com lalu Alphabet juga berkontribusi terhadap kenaikan indeks.

Dengan hasil yang mana diperoleh dari sekitar dua pertiga perusahaan di S&P 500, data LSEG saat ini menunjukkan perkiraan Wall Street untuk perkembangan pendapatan kuartal keempat sebesar 9,0% dibandingkan ekspektasi pertumbuhan 4,7% pada 1 Januari 2024 lalu.

Sementara 81% perusahaan melampaui perkiraan, dibandingkan dengan rata-rata 76% perkiraan sebelumnya.

“Pendapatan sejauh ini kuat, pada menghadapi ekspektasi,” kata Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di dalam Ingalls & Snyder dalam New York, New York.

“Dan terdapat berita mengenai potensi peningkatan tambahan bagi Nvidia yang mana spesifik pada komputasi awan, area peningkatan lain selain AI. Hal-hal yang dimaksud adalah pendorong besarnya,” imbuhnya.

Pendapatan positif serta dorongan dari optimisme Kecerdasan Buatan telah lama membantu S&P 500 mencatat 10 rekor tertinggi intraday sepanjang tahun ini.

Nasdaq ditutup hanya saja 0,4% dalam bawah rekor penutupan tertingginya di area 16,057.44 yang digunakan tercatat pada November 2021.

Untuk minggu ini, ketiga indeks mencatatkan data kenaikan mingguan kelima berturut-turut dengan S&P bertambah 1,4%, Nasdaq naik 2,3% serta Dow naik 0,04%.

Sebelumnya, data menunjukkan nilai tukar konsumen bulanan Negeri Paman Sam naik kurang dari perkiraan awal pada bulan Desember, namun pemuaian tetap saja sedikit hangat – deskripsi beragam yang mengaburkan ekspektasi mengenai waktu penurunan suku bunga dari Federal Reserve.

Data kegiatan ekonomi yang mana kuat kemudian komentar hawkish dari para pengambil kebijakan The Fed pada beberapa hari terakhir sudah pernah mengurangi harapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Maret.

Namun Ghriskey menunjuk pada prediksi resmi The Fed di “dot-plot,” yang masih menyiratkan penurunan suku bunga tahun ini.

“Pasar memang benar didukung oleh kebijakan The Fed. Tampaknya kita telah lama mencapai puncak suku bunga. Langkah selanjutnya adalah penurunan suku bunga. Kita bukan tahu kapan hal itu akan terjadi,” ujarnya.

Pelaku lingkungan ekonomi sedang menanti data nilai konsumen bulan Januari minggu depan untuk mendapatkan petunjuk lebih tinggi lanjut mengenai kapan The Fed akan memangkas biaya pinjaman.