Berita  

Ini adalah 5 Sahabat Nabi Muhammad yang dimaksud Paling Kaya dan juga Dermawan

Hal ini adalah 5 Sahabat Nabi Muhammad yang mana dimaksud Paling Kaya kemudian juga Dermawan

  • 1. Abdurrahman ibn ‘Awf (44 SH – 32H / 580 – 652 M)
  • 2. Az-Zubayr ibn al ‘Awwam (28 SH -36 H / 594 – 656 M)
  • 3. Utsman ibn ‘Affan (47 SH – 35 H / 577 – 656 M)
  • 4. Thalhah ibn ‘Ubaydillah (26 SH – 36 H / 598 – 656 M)
  • 5. Sa’d ibn Abi Waqqash (23 SH – 55 H / 600 – 675 M)

Jakarta – Sejarah mencatatkan data ada beberapa sahabat nabi yang mana kaya raya kemudian dermawan. Kekayaan yang dimaksud dimiliki para sahabat nabi diketahui dari nilai aset yang digunakan ditinggalkan ketika wafat.

Melansir dari web Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Tanah Air (MUI), Akhir Pekan (24/3/2024), setidaknya, ada 5 sahabat nabi yang digunakan mempunyai harta atau kekayaan yang dimaksud melimpah.

1. Abdurrahman ibn ‘Awf (44 SH – 32H / 580 – 652 M)

Kekayaan ketika wafat Simbol Rupiah 6,21 triliun. Abdurrahman ibn ‘Awf merupakan sahabat nabi yang digunakan paling kaya. Ia merupakan khalayak ke-8 yang tersebut memeluk Islam. Abdurrahman terkenal dengan sosok pebisnis ulung. Dalam sejarah perang, ‘Abdurrahman mengikuti semua peperangan pada zaman Rasulullah SAW.

Total kekayaan yang mana dimilikinya pada waktu wafat mencapai 3.200.000 Dinar atau sekitar Simbol Rupiah 6.212.688.000.000 (enam triliun, dua ratus dua belas miliar, enam ratus delapan puluh delapan jt rupiah).

Sementara itu, Dewan Syariah Nasional MUI juga menemukan sumber lain, yakni di al Bidayah wa an Nihayah oleh Ibnu Katsir, kekayaan yang ditinggalkan oleh ‘Abdurrahman meliputi 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, lalu 3.000 ekor kambing (di Baqi’).

Saat hendak wafat, ‘Abdurrahman memberikan wasiat untuk memberikan hartanya banyaknya setiap 400 Dinar terhadap 100 pendatang yang tersebut mengikuti peperangan Badar yang mana masih hidup. Bahkan, khalifah Utsman ra dan juga Ali ra juga turut menerima wasiat tersebut.

2. Az-Zubayr ibn al ‘Awwam (28 SH -36 H / 594 – 656 M)

Kekayaan Az-Zubayr ibn al ‘Awwam pada waktu wafat Mata Uang Rupiah 3,54 triliun. Menurut shahih Bukhari, ketika wafat Az Zubayr semata-mata meninggalkan kekayaan sebagai aset tiada menggerakkan (tanah). Di antaranya yang digunakan berada ke Ghabah (wilayah dalam barat laut Madinah, sekitar 6 km dari Madinah), 11 rumah (besar/dar) ke Madinah, 2 rumah ke Bashrah, lalu 1 rumah masing-masing di dalam Kufah dan juga di dalam Mesir.

Dari aset tersebut, total kekayaan yang digunakan dimiliki AzZubayr senilai 57.600.000 Dirham atau setara dengan Mata Uang Rupiah 3.543.724.800.000 (tiga triliun, lima ratus empat puluh tiga miliar, tujuh ratus dua puluh empat juta, delapan ratus ribu rupiah).

3. Utsman ibn ‘Affan (47 SH – 35 H / 577 – 656 M)

Kekayaan Utsman ibn ‘Affan ketika wafat senilai Rupiah 2,53 triliun. Ibnu Katsir pada al Bidayah wa an Nihayah mencatat kekayaan yang mana dimiliki Utsman ketika wafat terdiri dari Tarikah 1 (tunai) 30 jt Dirham sekitar Simbol Rupiah 1.845.690.000.000, Tarikah 2 (tunai) : 150.000 Dinar sekitar Rupiah 291.219.750.000, Sedekah : 200.000 Dinar sekitar Mata Uang Rupiah 388.293.000.000 Unta : 1000 ekor sekitar Mata Uang Rupiah 7.740.000.000

4. Thalhah ibn ‘Ubaydillah (26 SH – 36 H / 598 – 656 M)

Kekayaan Thalhah ibn ‘Ubaydillah pada waktu wafat Rupiah 542,1 miliar. Harta kekayaan yang mana tercatat terdiri dari, Tarikah 1 (tunai) : 2.200.000 Dirham sekitar Simbol Rupiah 135.350.600.000, Tarikah 2 (tunai) : 200.000 Dinar sekitar Simbol Rupiah 388.293.000.000, juga Sedekah 1 (tanah) : 300.000 Dirham sekitar Mata Uang Rupiah 18.456.900.000

Dewan Syariah Nasional MUI mengemukakan belum memperoleh data untuk melakukan verifikasi terhadap harta yang digunakan merupakan sedekah tanah milik Thalhah ibn ‘Ubaydillah. Sementara itu, di sumber lain dikatakan bahwa total kekayaan yang dimaksud dimiliki senilai 30.000.000 Dirham atau setara Rupiah 1.845.690.000.000.

5. Sa’d ibn Abi Waqqash (23 SH – 55 H / 600 – 675 M)

Kekayaan Sa’d ibn Abi Waqqash ketika wafat Mata Uang Rupiah 15,38 miliar. Sa’d ibn Abi Waqqash di antaranya generasi awal yang digunakan memeluk Islam setelahnya Abu Bakar ra, Ali ra, lalu Zayd ra. Dalam sejarah peperangan, beliau tercatat sebagai pemukim yang mana pertama kali melesatkan panah lalu juga pertama kali tertusuk oleh musuh.


Artikel ini disadur dari Ini 5 Sahabat Nabi Muhammad yang Paling Kaya dan Dermawan