Jutaan Pemilik iPhone Gugat Apple, Tuding Harganya Kemahalan

Jutaan Pemilik iPhone Gugat Apple, Tuding Harganya Kemahalan

Jakarta – Apple digugat oleh jutaan pemukim konsumen yang tersebut menuding produsen iPhone tersebut melakukan praktik monopoli. Gugatan dari pengguna produk-produk Apple ini mengikuti gugatan mirip yang tersebut dilayangkan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Reuters melaporkan bahwa ada tiga gugatan class action yang sudah dilayangkan ke pengadilan federal di negara bagian California serta negara bagian New Jersey. Jutaan pemilik iPhone yang diwakili oleh tiga gugatan yang dimaksud menuduh Apple meninggikan harga jual barang produksi merekan lewat praktik monopoli.

Sama seperti gugatan Departemen Kehakiman AS, para pemilik iPhone mengklaim Apple melanggar UU Persaingan Usaha dengan menghambat perkembangan teknologi perangkat lunak pesan, dompet digital, juga lainnya supaya merekan kekal berkuasa di dalam lingkungan ekonomi HP.

Apple sudah membantah tudingan pemerintah.

Steve Berman, salah manusia pengacara yang mana mewakili jutaan pengguna iPhone, menyatakan gugatan ini bukanlah yang tersebut pertama oleh firma hukumnya yaitu Hagens Berman Sobol Shapiro. Sebelumnya, mereka menggugat Apple dengan tuduhan melakukan praktik anti-persaingan usaha lewat Apple Pay.

“Kami senang pemerintah Amerika Serikat setuju dengan pendekatan kami,” kata Berman.

Selain tiga gugatan baru tersebut, Apple sudah ada menghadapi berbagai gugatan yang tersebut menuduh merekan menerapkan praktik monopoli. Pada Februari lalu, hakim menolak permintaan Apple yang tersebut memintanya menolak gugatan jutaan konsumen yang dimaksud menuding mereka melakukan monopoli lewat App Store.

Hagens Berman Sobol Shapiro sebelum berhasil memenangi bayaran US$ 550 jt (Rp 8,7 triliun) dari Apple pada kesepakatan damai tindakan hukum kebijakan toko program serta penetapan biaya ebook.

Artikel Selanjutnya Apple Watch Mendadak Ditarik dari Pasaran, Hal ini Alasannya

Artikel ini disadur dari Jutaan Pemilik iPhone Gugat Apple, Tuding Harganya Kemahalan