Berita  

Kacau! Ogah Bertanggung Jawab Usai Hamili Anak Orang, Pemuda Sukabumi Malah Aniaya Pacar Hingga Masuk RS

Kacau! Ogah Bertanggung Jawab Usai Hamili Anak Orang, Pemuda Sukabumi Malah Aniaya Pacar Hingga Masuk RS

Berita Terkini Hari IniMelex.id Unit Perlindungan Perempuan juga Anak Satuan Reserse Kriminal (PPA Satreskrim) Polres Sukabumi menangkap pemuda berinisial MR (19) warga Kecamatan Cikidang, Daerah Sukabumi, Jawa Barat oleh sebab itu telah lama melakukan penganiayaan terhadap perempuan di tempat bawah umur berinisial ZA (15).

“Penangkapan ini pasca adanya laporan yang digunakan masuk ke kami terkait tindakan hukum penganiayaan tersebut,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede dalam Sukabumi, Kamis, (4/1/2024).

Dari informasi yang mana dihimpun dari pihak kepolisian, persoalan hukum penganiayaan ini berawal pada waktu dituduh yang merupakan pacar dari korban janjian di dalam area Kampung Pasirlangkap, Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kota Sukabumi atau sekitar objek wisata Saolin pada Rabu, (3/1/2024).

Pertemuan sepasang sejoli yang tersebut masih duduk di tempat bangku SMA ini ternyata untuk mendiskusikan kehamilan ZA oleh MR. Selain itu, terdakwa MR pun diminta untuk bertanggung jawab menghadapi perbuatannya itu.

Namun, MR tidaklah masih bukan mau bertanggung jawab serta memaksa korban untuk menggugurkan kandungannya, namun ditolak korban dikarenakan beberapa kali meminum pil untuk menggugurkan kandungannya selalu gagal.

Tersangka yang naik pitam akhirnya menghajar korban dengan membenturkan kepala gadis warga Kecamatan Bojonggenteng, Kota Sukabumi ini ke aspal beberapa kali dan juga menendang perutnya korban hingga tak sadarkan diri.

Tidak hanya saja itu saja, MR pun mengambil telepon seluler korban lalu meninggalkan pacarnya yang mana berada dalam tak sadarkan diri kemudian wajah penuh luka begitu saja.

Warga yang tersebut mengawasi kejadian itu secara langsung membantu korban lalu membawanya ke RSUD Sekarwangi Cibadak. Akibat penganiayaan tersebut, hingga ketika ini korban masih belum sadarkan diri sebab luka pada bagian kepala serta beberapa orang anggota tubuh lainnya.

Tersangka yang mana melarikan diri ke rumah, kemudian dijemput oleh beberapa orang warga dari Kecamatan Bojonggenteng (kerabat korban) untuk diserahkan terhadap pihak Polsek Bojonggenteng. Awalnya terdakwa menolak juga membantah tuduhan dari warga, namun setelahnya diperlihatkan bukti, akhirnya MR digiring ke Mapolsek Bojonggenteng.

Karena melibatkan anak di area bawah umur, maka penanganan kasusnya dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi. Tersangka masih menjalani pemeriksaan di dalam ruang penyidik Satreskrim Poles Sukabumi.

“Kami penting menangani perkara ini sesuai hukum yang digunakan berlaku. Tindakan asusila serta kekerasan terhadap anak di tempat bawah umur tak ada toleransinya sejenis sekali memberikan keadilan bagi korban,” kata Maruly sebagaimana dilansir Antara.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri menyatakan motif terdakwa menganiaya korban diduga sebab hubungan asmara, di dalam mana terperiksa tidak ada mau bertanggung jawab menghadapi perbutannya yang tersebut telah dilakukan menghamili pacarnya atau korban serta parahnya lagi MR menyuruh ZA untuk menggugurkan kandungannya.

Ia menambahkan pada proses penyidikan ini selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pihaknya juga telah dilakukan melakukan visum terhadap korban. Kemudian melakukan pemberkasan lalu berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Wilayah Sukabumi untuk menjamin proses hukum yang mana adil.

Pihaknya juga telah dilakukan mengoleksi barang bukti, seperti satu setel pakaian korban, celana di dan juga bra korban. Untuk pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) dan juga atau pasal 82 ayat (1) UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Sumber : Suara.com