Berita  

Kembali Diperiksa Atas Kasus Pemerasan SYL Hari Ini, Firli Bahuri Langsung Ditahan Bareskrim?

Kembali Diperiksa Atas Kasus Pemerasan SYL Hari Ini, Firli Bahuri Langsung Ditahan Bareskrim?

Berita Terbaru Hari IniMelex.id Polda Metro Jaya kembali memeriksa Firli Bahuri sebagai terperiksa persoalan hukum pemerasan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL pada Kamis (21/12/2023) hari ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengumumkan pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat pada Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Ibukota Selatan.

“Di ruang pemeriksaan Dittipidkor Bareskrim Polri lantai enam, pukul 10.00 WIB,” kata terhadap wartawan, Rabu (20/12/2023).

Firli kembali diperiksa setelahnya gugatan praperadilannya tidak ada diterima Pengadilan Negeri Ibukota Selatan.

Sidang pembacaan putusan praperadilan yang disebutkan diketahui dijalankan dua hari lalu atau tepatnya pada Selasa (19/12/2023).

Dalam persidangan ketika itu, hakim tunggal Imelda Herawati memutuskan tidaklah menerima gugatan yang disebutkan dikarenakan dasar permohonan praperadilan yang dimaksud diajukan Firli dinilai kabur atau tak jelas.

Belum Ditahan

Meski sudah berstatus terperiksa sejak 22 November 2023 lalu Firli hingga kekinian belum juga ditahan. Padahal penyidik mengklaim telah dilakukan miliki empat barang bukti yang tersebut di tempat antaranya sebagai dokumen penukaran mata uang asing pecahan SGD dan juga Dolar Amerika di tempat beberapa outlet money changer senilai Rp7.468.711.500 miliar.

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Wadirtipidkor) Bareskrim Polri Kombes Arief Adiharsa sempat mengungkap salah satu alasan penyidik tak menahan Firli lantaran dinilai belum diperlukan.

Sementara Ade tidak ada menjawab ketika ditanya kembali terkait kemungkinan akan dilakukannya penangkapan terhadap Firli usai gugatan praperadilannya tidaklah diterima.

“Nanti akan kita update berikutnya terkait langkah tindakan lanjut yang akan kami lakukan pasca putusan sidang praperadilan,” kata Ade dalam Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/12/2023).

Ade hanya sekali menegaskan bahwa langkah Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Selatan yang tersebut menyatakan tidaklah menerima gugatan praperadilan Firli ini membuktikan bahwa proses penyidikan yang diadakan penyidik telah dilakukan profesional.

“Putusan ini membuktikan bahwa penyidikan yang digunakan kami lakukan telah terjadi dilaksanakan secara profesional juga akuntabel sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Sumber : Suara.com