Berita  

KPK Geledah Rumah Muhaimin Ketua DPD Gerindra Maluku Utara di dalam Banten

KPK Geledah Rumah Muhaimin Ketua DPD Gerindra Maluku Utara di dalam di Banten

Berita Terkini Hari IniMelex.id Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Ketua DPD Gerindra Maluku Utara Muhaimin Syarif di tempat Tangerang, Banten pada Kamis (4/1). Penggeledahan dilaksanakan KPK terkait dengan penyidikan perkara korupsi yang mana menjerat Gubernur Maluku Utara nonaktif Abdul Gani Kusuba.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, pada tindakan upaya paksa yang disebutkan penyidik mengamankan banyak barang yang dimaksud diduga alat bukti.

“Kamis (4/1) juga sudah diadakan penggeledahan diwilayah Pagedanga, Tangerang (rumah Muhaimin),” kata Ali lewat keterangannya yang dimaksud diterima Suara.com, hari terakhir pekan (5/1/2024).

Selain rumah Muhaimin, penyidik pada hari ini juga menggeledah rumah Stevi Thomas (ST), salah satu terperiksa di tempat DKI Jakarta kemudian salah satu kantor swasta. Di lokasi, penyidik juga menemukan dokumen yang tersebut diduga barang bukti.

“Penyitaan berikut analisi berhadapan dengan temuan bukti yang disebutkan juga segera diadakan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan,” ujar Ali.

Bersamaan dengan penggeledahan tersebut, KPK juga memangggil Muhaimin serta seseorang karyawan bernama Hamrin Mustari. Ali belum mengungkap materi pemeriksaan terhadap keduanya, namun diduga mereka memiliki informasi penting terkait perkara korupsi.

Ghani ditetapkan KPK sebagai dituduh dugaan korupsi, terdiri dari penerimaan suap dan juga gratifikasi seniliai Rp2,2 miliar terkait proyek konstruksi juga jual beli jabatan di dalam lingkungan pemerintah provinsi Maluku Utara. Proyek konstruksi infrastruktur itu memiliki pagu anggaran Rp500 miliar.

Ghani ditetapkan dituduh sama-sama enam orang lainnya, yakni Kadis Perumahan dan juga Pemukiman Adnan Hasanudin (AH), Kadis PUPR Daud Ismail (DI), Kepala BPPBJ Ridwan Arsan (RA), ajudan Gani, Ramadhan Ibrahim (RI), dan juga dua orang pihak swasta Stevi Thomas (ST) juga Kristian Wuisan (KW).

Sumber : Suara.com