KPU Beberkan Alasan PPLN Taipei Distribusikan Surat Suara ke Pemilih Lebih Awal dari Jadwal

KPU Beberkan Alasan PPLN Taipei Distribusikan Surat Suara ke Pemilih Lebih Awal dari Jadwal

Berita Politik Hari IniMelex.id JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Hasyim Asy’ari mengungkap alasan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Taipei, Taiwan mendistribusikan surat pendapat untuk pemilih lebih lanjut awal dari jadwal. Menurutnya, sebagian besar para pemilih dalam Taipei merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebut mempunyai kondisi pekerjaan berbeda-beda.

“Warga kita yang dimaksud menjadi pekerja migran itu mempunyai kondisi demografis serta aturan dari penyedia pekerjaan yang dimaksud berbeda-beda, ada yang diizinkan libur di rentang satu minggu sekali, dua minggu sekali, kemudian satu bulan sekali,” kata Hasyim ketika jumpa pers di area Kantor KPU, Ibukota Indonesia Pusat, Selasa (26/12/2023).

Tak semata-mata itu, kata Hasyim, Taiwan akan memperingati Tahun Baru China atau Chinese New Year pada 8-14 Januari 2024. Dalam kondisi itu, kata Hasyim, kantor pos setempat terakhir beroperasi 7 Februari 2024.

“Terdapat Chinese New Year di dalam Taiwan pada tanggal 8-14 Februari 2024, di dalam mana kantor pos semata-mata bisa saja mengirimkan surat kata-kata kembali, terakhir pada tanggal 7 Februari 2024 atau satu minggu lebih besar awal dari jadwal penerimaan surat pengumuman yang digunakan terkahir,” tutur Hasyim.

“Berdasarkan pertimbangan tersebutlah kemudian PPLN Taipei mengambil langkah untuk mengirimkan surat ucapan metode pos tambahan awal,” tambahnya.

Meski demikian, Hasyim berkata, PPLN Taipei tidaklah cermat untuk mendistribusikan surat pendapat ke pemilih yang mencoblos dengan metode pos. Padahal, PKPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan lalu Penghitungan Suara Dalam pemilihan dijelaskan bahwa distribusi surat pengumuman dijalankan pada 2-11 Januari 2024.

“Yang merek (PPLN Taipei) khawatirkan adalah tentang pengiriman balik dari pemilih untuk PPLN. Sesungguhnya kalau dihitung masih ada waktu, sebab apa, penghitungan surat kata-kata yang digunakan metode pos itu masih mampu dihitung sampai hari terakhir surat pengumuman yaitu tanggal 15 Februari 2024 sebelum penghitungan pernyataan ditutup,” kata Hasyim.

Meski begitu, Hasyim berkata, PPLN Taipei sudah pernah melakukan kelalaian lalu tak cermat di melaksanakan tugas, terkhusus mendistribusikan surat suara.

“Namun demikian teman-teman itu juga ada alasan atau argementasi konteks lokal yang dimaksud kemudian berinisiatif untuk mengirimkan surat pengumuman pos lebih besar awal juga pada rangka, di argumentasi teman-teman PPLN Taipe adalah di rangka untuk melayani pemilih kita dikarenakan ada sitausi perayaan Tahun Baru China dalam sana juga seterusnya,” kata Hasyim.

Sumber : Sindonews.com