KPU kaji surat pengunduran diri calon anggota DPR RI dari NasDem

KPU kaji surat pengunduran diri calon anggota DPR RI dari NasDem

Berita Terbaru Hari IniMelex.id DKI Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan mengkaji surat pengunduran diri calon anggota DPR RI dari Partai NasDem nomor urut 5 di dalam Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur II bernama Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Adapun surat pengunduran diri itu disampaikan saksi dari Partai NasDem untuk anggota KPU RI August Mellaz yang digunakan sedang mengawasi Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Level Nasional Pemilihan Umum 2024 panel B di dalam Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa.

"Ketika di tempat forum disampaikan surat, tentu surat itu ditujukan untuk Ketua KPU (Hasyim Asy'ari), tentu akan kami kaji, tetapi tiada di rangka mengubah sikap pleno rekap 'kan, di area situ," ujar Mellaz ketika ditemui awak media di dalam Kantor KPU, Jakarta, Selasa.

Menurut Mellaz, surat pengunduran diri itu tak ada kaitannya dengan proses rekapitulasi nasional ketika ini. Tugas dari rekapitulasi nasional belaka untuk membacakan formulir hasil rekapitulasi provinsi.

"Kami menghitung itu semua. Jadi, tiada ada kaitannya dengan ada surat pengunduran diri atau tidak," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menerima surat pengunduran diri calon anggota DPR RI dari Partai NasDem Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Surat pengunduran diri itu disampaikan saksi dari Partai NasDem untuk anggota KPU RI August Mellaz yang mana sedang mengatur Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Taraf Nasional pemilihan raya 2024 panel B.

"Baik, terima kasih untuk saksi dari Partai NasDem. Tentu suratnya kami terima. Nanti kami akan pelajari sendiri," kata Mellaz pada Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (12/3).

Mellaz lantas menekankan bahwa pihaknya bukan akan menyampaikan substansi dari surat pengunduran diri yang disebutkan di forum rekapitulasi.

Sementara itu, saksi dari Partai NasDem menyatakan bahwa surat pengunduran diri yang dimaksud merupakan surat dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

"Saya ingin menyampaikan ada surat dari Ketua Umum Partai NasDem kepada KPU serta juga nanti ditembuskan untuk Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) RI terkait dengan pengunduran diri calon anggota legislatif nomor urut 5 pada NTT II," ujar saksi tersebut.

Saksi dari Partai NasDem menjelaskan alasan pengunduran diri Ratu Ngadu Bonu Wulla adalah sesuai dengan kehendak yang dimaksud bersangkutan.

"Alasan pengunduran diri sesuai dengan kehendak yang digunakan bersangkutan serta di area berhadapan dengan meterai. Dan untuk itu oleh sebab itu suratnya ke KPU RI, saya tak berhak untuk membacakan, serta lampirannya juga ada di tempat dalamnya. Dengan demikian, perlu kami ungkapkan di forum terbuka ini bahwa calon anggota legislatif Partai NasDem nomor urut 5 Dapil NTT II menyatakan mengundurkan diri," katanya.

Berdasarkan rekapitulasi yang mana disahkan KPU RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla yang mana merupakan legislator DPR RI periode 2019—2024 meraih 76.331 suara.

Anggota Komisi IX DPR RI yang disebutkan memperoleh ucapan terbanyak ketimbang enam calon lainnya dari Partai NasDem di dalam Dapil NTT II. Sementara itu, di area kedudukan kedua ditempati caleg nomor urut 1, yakni mantan Gubernur NTT periode 2018—2023 Victor Bungtilu Laiskodat yang dimaksud mendapatkan 65.359 suara.

Secara keseluruhan yang mana memilih Partai NasDem serta calegnya mendapatkan 207.732 suara, meliputi 10.831 orang yang tersebut memilih partainya saja.

pemilihan raya 2024 meliputi Pemilihan Umum Presiden juga Wakil Presiden RI, pemilihan raya Anggota DPR RI, pemilihan raya Anggota DPD RI, pilpres anggota DPRD provinsi, juga pemilihan umum anggota DPRD kabupaten/kota dengan daftar pemilih tetap memperlihatkan (DPT) tingkat nasional sebanyak 204.807.222 pemilih.

pemilihan Presiden dan juga Wakil Presiden  RI dihadiri oleh tiga pasangan, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pasangan calon nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka paslon nomor urut 2, serta Ganjar Pranowo-Mahfud Md. paslon nomor urut 3.

pemilihan anggota legislatif dihadiri oleh 18 partai urusan politik nasional yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, dan juga Partai Gelora Indonesia.

Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan juga Partai Ummat.

Selain itu, terdapat enam partai urusan politik lokal sebagai partisipan yakni Partai Nanggroe Aceh, Partai Generasi Atjeh Beusaboh Tha'at serta Taqwa, Partai Darul Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, juga Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh.

Seturut Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi pengumuman nasional Pemilihan Umum 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari sampai dengan 20 Maret 2024.

Sumber : Antaranews.com