Berita  

Kunker ke Sumsel, Tri Tito Karnavian Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum untuk Cegah KDRT

Kunker ke Sumsel, Tri Tito Karnavian Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum untuk Cegah KDRT

Berita Terkini Hari IniMelex.id Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan serta Keseimbangan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketum Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam kunjungannya, Tri menyosialisasikan Keluarga Sadar Hukum (KADARKUM) di rangka pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Selain itu, Tri juga menyosialisasikan pencegahan pernikahan anak di area bawah usia 17 tahun sekaligus penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) lalu akta kelahiran. Kegiatan yang dimaksud berlangsung pada Griya Agung, Palembang, Sumsel, Rabu (21/2/2024). Adapun sosialisasi ini dihadiri oleh 500 partisipan terdiri dari 100 mahasiswa, 100 pelajar, 150 kader PKK, juga publik umum 150 orang.

Dalam sambutannya, Tri mengatakan, TP PKK sebagai salah satu mitra utama pemerintah di upaya pemberdayaan lalu pemeliharaan perempuan, anak, juga keluarga, juga menaruh perhatian yang cukup besar terhadap isu kesadaran hukum di keluarga. Hal ini ditunjukkan dengan dimasukkannya isu yang dimaksud ke di salah satu acara strategis TP PKK. Hal ini sebagaimana termaktub di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Pergerakan Pemberdayaan serta Keseimbangan Keluarga.

“Kegiatan Pembinaan Keluarga Sadar Hukum ini selaras dengan Rencana Aksi Lingkup 1 TP PKK Pusat Masa Bakti 2021-2024, yang dimaksud meliputi Inisiatif Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT), Keluarga Indonesia Seimbang Tanpa Narkoba (KRISAN), Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS), lalu Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK),” ujar Tri.

Tri menjelaskan, pembinaan keluarga sadar hukum ini merupakan kegiatan yang digunakan saling menggalang dengan kegiatan pembinaan pencegahan kekerasan pada rumah tangga.

“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan serta memperkaya pengetahuan lalu pemahaman kader PKK tentang kesadaran hukum perempuan dan juga keluarga yang tersebut dapat dijadikan bekal di upaya fasilitasi perempuan Indonesia sadar hukum,” tutup Tri.

Sumber : Suara.com