Berita  

Laba bersih Mitratel bertambah 12,6 persen jadi Rp2,01 triliun di dalam 2023

Laba bersih Mitratel bertambah 12,6 persen jadi Rp2,01 triliun pada di 2023

Berita Terbaru Hari IniMelex.id Kontribusi industri dalam luar Jawa tercermin pada peningkatan tenant sebesar 12 persen, atau lebih banyak tinggi dibandingkan di tempat Jawa yang mana pertumbuhannya sebesar 9 persen

Jakarta –

PT Dayamitra Komunikasi Jarak Jauh Tbk atau Mitratel (MTEL) membukukan laba bersih yang mana berkembang 12,6 persen year on year (yoy) dari Rp1,79 triliun pada 2022 menjadi Rp2,01 triliun sepanjang 2023.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko alias Teddy di tempat Jakarta, Kamis, menjelaskan laba bersih ditopang oleh pendapatan yang senilai Rp8,59 triliun selama 2023, atau bertambah 11,2 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, kegiatan bisnis penyewaan menara atau tower leasing menjadi penyumbang terbesar senilai Rp7,14 triliun, atau bertambah 12,0 persen (yoy), sedangkan, pendapatan dari segmen fiber optic menghasilkan kembali pemasukan Rp207 miliar.

"Mitratel menjaga efektifitas operasional dengan mencatatkan beban operasional Rp4,96 triliun selama 2023, atau meningkat 8,3 persen (yoy)," ujar Teddy.

Perseroan tercatat mencatatkan EBITDA senilai Rp6,92 triliun, atau melonjak 12,7 persen, dengan margin EBITDA semakin baik dari 79,5 persen pada 2022 menjadi 80,5 persen pada 2023.

Pada 2023, Mitratel telah lama menambah 2.596 menara, sehingga pada waktu ini mempunyai 38.014 menara, dengan memulai pembangunan menara baru (organik) lalu mengakuisisi hampir 2.000 menara.

Mitratel juga dipercaya sebagai salah satu mitra utama di pengembangan portofolio fiber untuk memenuhi keinginan operator seluler akan jaringan berlatensi rendah seiring dengan perkembangan teknologi 5G.

Hal itu tercermin dari pencapaian Mitratel pada menambah jangkauan fiber optic sepanjang 15.880 KM selama tahun 2023. Dengan tambahan ini, total panjang fiber optic milik Mitratel mencapai 32.521 KM pada akhir tahun 2023 atau meningkat 95,4 persen (yoy).

Di sedang tren konsolidasi, Mitratel mencatatkan kenaikan total kolokasi dari 16.588 menjadi 19.395 tenant, atau meningkat 16,9 persen.

Sehingga, jumlah agregat tenant juga bertumbuh 10,4 persen dari 52.006 menjadi 57.409 tenant. Perbaikan ini berdampak pada tenancy ratio dari 1,47x menjadi 1,51x.

“Kontribusi perusahaan pada luar Jawa tercermin pada pertumbuhan tenant sebesar 12 persen, atau lebih banyak tinggi dibandingkan di area Jawa yang dimaksud pertumbuhannya sebesar 9 persen,” ujar Teddy.