Berita  

Lagi! Alexander Marwata Buka-bukaan masalah Kapolda Metro Karyoto Diduga Ancam Pimpinan KPK, Apa Katanya?

Lagi! Alexander Marwata Buka-bukaan hambatan Kapolda Metro Karyoto Diduga Ancam Pimpinan KPK, Apa Katanya?

Berita Terbaru Hari IniMelex.id Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata kembali mengungkap kata-kata persoalan dugaan ancaman yang disebut diadakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto untuk beberapa jumlah pimpinan KPK terkait perkara korupsi di area KPK yang mana menyeret nama Muhammad Suryo.

Dugaan ancaman itu terungkap pada replik persidangan praperadilan Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri di tempat Pengadilan Negeri DKI Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Alex mengaku mendengar adanya ancaman itu dari beberapa jumlah pimpinan KPK. Namun, ia bukan mengatakan siapa-siapa pimpinan yang mendapatkan ancaman.

“Saya hanya sekali mendengar cerita dari beberapa pimpinan begitu. Benar atau tidaknya nanti yang digunakan bersangkutan sendiri,” kata Alex ditemui wartawan di area Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata (kiri) kemudian Kepala Biro Humas KPK Yuyul Andriati Iskak (kanan) di dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata (kiri) juga Kepala Biro Humas KPK Yuyul Andriati Iskak (kanan) di area Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara, Alex sendiri mengaku tak mendapatkan ancaman itu. Hal itu kata dia, akibat tidak ada miliki nomor telepon Karyoto.

“Pak Alex enggak pernah diancam? Kebetulan yang dimaksud bersangkutan atau saya, enggak punya nomor HP-nya. Enggak pernah ditelepon saya,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait status Suryo di perkara korupsi di tempat Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub), Alex menyampaikan masih pada proses. Dia menyampaikan surat perintah penyidikan (sprindik) belum diterbitkan.

“Sprindik-nya sekadar belum terbit, kan belum, baru ekspose. Kawan-kawan penyidik, penuntut umum, menemukan ada dugaan perbuatan yang digunakan dikategorikan sebagai tindakan pidana korupsi dengan kecukupan alat bukti,” katanya.

“Sesimpel itu sebetulnya pada pada waktu ekspose itu. Pimpinan, kalau merek telah paparan, lalu pimpinan menilai alat buktinya cukup, perbuatannya termasuk aksi pidaa korupsi, kita sanggup apa? Kan gak sanggup juga kita. Nah itu jangan-jangan nanti rame lagi, pimpinan menghentikan suatu perkara tertentu,” sambung Alex.

Firli Seret Nama Kapolda

Sebagaimana diberitakan sebelumya, Firli Bahuri melakukan perlawanan melawan penetapannya sebagai terdakwa pemerasan.

Dalam replik permohonan praperadilan yang digunakan diajukannya di area Pengadilan Negeri DKI Jakarta Selatan , Firli menyeret nama Kapolda Metro Jaya.

Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri (tengah) memberikan keterangan ketika konferensi pers pada salah satu cafe di area Ibukota Timur, Selasa (19/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri (tengah) memberikan keterangan ketika konferensi pers dalam salah satu cafe pada Ibukota Timur, Selasa (19/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dia mengatakan penetapannya sebagai terdakwa di area Polda Metro Jaya berkaitan dengan tindakan hukum korupsi di dalam Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang menyeret nama Muhammad Suryo.

Firli lewat replik yang dibacakan kuasa hukumnya, Ian Iskandar pada persidangan Rabu 13 Desember, membeberkan adanya ancaman dari Kapolda Metro Jaya untuk pimpinan KPK, apabila Muhammad Suryo dijadikan tersangka.

“Lagi-lagi Kapolda Metro Jaya mendatangi Nawawi Pomolango lalu menyampaikan kata-kata, ‘jangan mentersangkakan Suryo kalo Suryo ditersangkakan, maka Pak Ketua akan ditersangkakan.’ Hal ini disampaikan oleh Nawawi Pomolango ke Alexander Marwata,” ujar Ian.

Selanjutnya ancaman juga disampaikan ke Johanis Tanak, kemudian ke Nurul Ghufron.

“Bahwa, selain mengancam Nawawi Pamolango, Kapolda Metro Jaya juga melakukan ancaman untuk Nurul Ghufron agar jangan menetapkan Muhammad Suryo sebagai tersangka. Jika Muhammad Suryo ditetapkan sebagai terrsangka maka semua pimpinan KPK RI akan ditetapkan sebagai terdakwa semua,” ujar Ian

Sumber : Suara.com