Mengenal Startup Octopus Milik Hamish Daud yang mana Diduga Tidak Bayar Gaji Karyawannya

Mengenal Startup Octopus Milik Hamish Daud yang mana mana Diduga Tidak Bayar Gaji Karyawannya

Berita Teknologi Hari IniMelex.id JAKARTA – Suami Raisa Andriana, Hamish Daud , sedang banyak dibicarakan di area media sosial. Hal ini sebab startup Octopus yang didirkannya diduga tidaklah membayarkan pendapatan karyawan selama berbulan-bulan.

Mulanya, kabar yang disebutkan diungkap oleh akun Twitter/X @muthiastp yang mencuit bahwa Octopus milik Hamish Daud dan juga beberapa rekannya, diduga tiada membayar upah karyawan.

“Hamish Daud diduga tidaklah bayar karyawannya. Octopus itu wadah yang mana dibangun Hamish Daud mirip temen-temennya buat ngumpulin sampah bekas pakai. Ada yang mana pakai juga? Karyawan nggak dibayar, tapi malah jalan-jalan ini bang Hamish. Gimana ini?” tulis akun @muthiastp, Hari Sabtu (23/12).

Manajer Hamish Daud, Vitalia Ramona, sudah ada angkat bicara. Terkait penghasilan karyawan yang mana belum dibayarkan, Vitalia menyarankan agar menghubungi dengan segera ketua eksekutif Octopus yaitu Moehammad Ichsan.

“Silakan hubungi Bapak Ichsan sebagai founder lalu direktur utama Octopus,” kata Vitalia Ramona pada waktu dihubungi awak media, Hari Minggu (24/12).

Tak hanya saja terjadi pada karyawan, Vitalia bahkan menyampaikan bahwa Hamish juga merasakan hal yang sama. Hak suami Raisa itu belum dibayarkan oleh sang direktur utama selama 4 bulan. “FYI Hamish pun sudah ada 4 bulan nggak digaji mirip Ichsan,” ujar Vitalia Ramona.

Tentu saja, hal yang dimaksud mendapat banyak reaksi dari warganet.

“Semoga karyawan (Octopus) dapat penyelesaian terbaik. Sia-sia dong gue ngumpulin sampah berbulan-bulan buat disetor,” komentar @Hobinyaria.

“Salah satu contoh berbisnis itu nggak mampu modal tenar doang,” tulis @Mechviator14.

Apa Itu Startup Octopus?

Mengenal Startup Octopus Milik Hamish Daud yang dimaksud Diduga Tidak Bayar Gaji Karyawannya

Octopus mengklaim sebagai perusahaan lokal dengan layanan program seluler serta habitat Perekonomian Sirkular berbasis teknologi yang tersebut membantu produsen melacak juga mengoleksi komoditas pasca-konsumsi untuk di dalam daur ulang.

Saat ini, mereka mengklaim sudah pernah menjangkau lebih tinggi dari 150,000 pengguna perangkat lunak pada satu puluh kota besar di tempat Indonesia, yaitu Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung Raya, Denpasar, Badung, Gianyar, Bekasi, Depok, Bogor dan juga juga Makassar.

Sumber : Sindonews.com