Berita  

MK Ungkap Alasan Pilih Tiga Tokoh Hal ini untuk Jadi Anggota MKMK

MK Ungkap Alasan Pilih Tiga Tokoh Hal ini untuk Jadi Anggota MKMK

Berita Terbaru Hari IniMelex.id Juru Bicara Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menjelaskan pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) menunjuk tiga nama sebagai anggota Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).

Adapun tiga orang anggota MKMK yang dimaksud sudah ada ditetapkan ialah mantan rektor Universitas Andalas Yuliandri, mantan Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna dari unsur tokoh masyarakat, juga Hakim Konstitusi bergerak yang mana baru dilantik Ridwan Mansyur.

Enny menuturkan bahwa persyaratan anggota MKMK sudah ada ditetapkan di Peraturan MK.

Dalam aturan tersebut, anggota MKMK harus terdiri dari perwakilan akademisi, tokoh masyarakat, dang hakim konstitusi aktif.

Dia juga mengatakan anggota MKMK mesti memahami putusan MK yang tersebut bersifat final lalu mengikat.

Untuk itu, Enny meyakini ketiga tokoh yang digunakan telah dipilih MK itu telah lama memahami perihal putusan-putusan MK.

“Prof Dr Yuliandri beliau kemungkinan besar cukup dikenal ya oleh berbagai macam kalangan. Beliau adalah mantan rektor Unand dan juga ahli hukum tata negara. Beliau sangat intens pada pada kajian-kajian peradilan konstitusi,” kata Enny di dalam Gedung MK Ibukota Pusat, Rabu (20/12/2023).

“Bapak Palguna, beliau adalah dulu Ketua MKMK pertama dengan track record yang tersebut baik,” sambung dia.

Terlebih, Palguna pernah berkontribusi di pembentukan Peraturan MK Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Perilaku Hakim.

Kemudian, Ridwan menjadi anggota MKMK pasca dipilih oeh para Hakim Konstitusi secara aklamasi.

Menurut dia, Ridwan juga memahami perihal pedoman perilaku hakim.

“Jadi mudah-mudahan ini bisa jadi berjalan dengan baik dann kami juga harap ini menjadi bagian penting akibat bagaimanapun juga kita akan menghadapi perselisihan hasil pemilihan umum, pada mana di tempat situ namanya peradilan urusan politik ya sehingga perlu ada daya upaya dari kami sendiri untuk tetap saja menjaga etika, pedoman perilaku itu, juga kemudian ada lembaga yg turut mengawasi persoalan bagaimana pedoman perilaku itu dilaksanakan atau ditegakkan,” tandas Enny.

Sumber : Suara.com