Berita  

Muncul Wacana Kubu 01 serta 03 Bersatu untuk Memakzulkan Jokowi, Yusril: Jurang Kehancuran

Muncul Wacana Kubu 01 juga 03 Bersatu untuk Memakzulkan Jokowi, Yusril: Jurang Kehancuran

Berita Terkini Hari IniMelex.id Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, menanggapi adanya wacana bersatunya kubu capres-cawapres nomor urut 01 juga 03 untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Menurutnya, upaya yang dimaksud cuma akan menciptakan Indonesia menjadi hancur.

“Kalau niatnya mau memakzulkan Jokowi, hal itu akan menyebabkan negara ini ke di jurang kehancuran,” kata Yusril pada waktu dihubungi Suara.com, Kamis (22/2/2024).

Yusril menerangkan, upaya pemakzulan presiden itu membutuhkan waktu yang relatif panjang. Upaya yang dimaksud memang sebenarnya diawali dengan pengajuan hak angket DPR RI.

Akan tetapi, bukanlah berarti DPR RI lah yang mana memutuskan. DPR cuma sekedar menciptakan rekomendasi untuk kemudian diajukan ke Mahkamah Konstitusi atau MK.

Apabila MK memberikan persetujuan, maka proses selanjutnya berada di area tangan MPR.

Semisal MPR RI menolak, maka upaya pemakzulan tiada mampu dilanjutkan.

Potret ruang sidang DPR (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)
Potret ruang sidang DPR (Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari)

Proses itu lah yang dianggap Yusril lumayan memakan waktu.

“Proses ini akan berlangsung berbulan-bulan lamanya, serta saya yakin akan melampaui tanggal 20 Oktober pada waktu jabatan Jokowi berakhir,” terangnya.

Yusril malah khawatir semisal proses pemakzulan malah mengganggu jadwal pelantikan presiden baru pada Oktober 2024 nanti.

“Kalau 20 Oktober itu Presiden baru belum dilantik, maka negara ini berada di vakum kekuasaan yang tersebut membahayakan. Apakah mereka mau melakukan hal seperti itu? Saya kira negara harus diselamatkan,” jelasnya.

Dari informasi yang dimaksud dihimpun Suara.com, kubu 01 juga 03 akan bersatu untuk memperjuangkan hak angket yang dimiliki oleh DPR RI untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi lalu pemilihan 2024 bisa saja diulang.

Informasi yang dimaksud semakin kuat pasca adanya kabar adanya rencana rapat Wakil Presiden ke-10 kemudian 12 RI Jusuf Kalla dan juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sumber Suara.com di dalam internal Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) membenarkan tentang adanya rencana rapat itu.

Wakil Presiden RI ke-10 kemudian ke-12, Jusuf Kalla atau JK, menilai pembagian bantuan sosial atau bansos di tempat pinggir jalan juga pada bursa melanggar aturan. (Suara.com/Rakha)
Wakil Presiden RI ke-10 lalu ke-12, Jusuf Kalla atau JK, menilai pembagian bantuan sosial atau bansos di dalam pinggir jalan kemudian pada lingkungan ekonomi melanggar aturan. (Suara.com/Rakha)

Pertemuan JK dan juga Mega rencananya mendiskusikan tentang potensi kerja sejenis antara kubu 01 AMIN dengan kubu 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Saya dapat kabarnya (JK bertemu Mega) cuma Anies Baswedan berpesan secara langsung ke saya, jangan bilang ke orang lain,” ujar sumber Suara.com lewat arahan singkat, Kamis (22/2/2024).

Pertemuan yang dimaksud awalnya dihelat pada Hari Senin (19/2/2024). Namun belakangan rapat JK serta Mega batal dilakukan.

“Pertemuannya harusnya Awal Minggu sore yang digunakan lalu, tapi memang benar sangat tertutup,” kata sumber tersebut.

Momen Megawati Soekarnoputri tertawa ngakak pada waktu ngobrol santai bareng Cak Lontong serta Rizky Enggar. [Bu Mega Bercerita/YouTube]
Momen Megawati Soekarnoputri tertawa ngakak pada waktu ngobrol santai bareng Cak Lontong serta Rizky Enggar. [Bu Mega Bercerita/YouTube]

Oleh sebab itu, pertemuan antara JK lalu Mega akan segera dilaksanakan dekat-dekat ini.

“Kelihatannya mencari waktu yang dimaksud tepat,” ucap sumber Suara.com.

isu hak angket yang mana sekarang ini sedang berjuang terus digulirkan serta akan ditindaklanjuti dalam parlemen.

Arahnya adalah pemakzulan Presiden Jokowi melalui sidang istimewa pada MPR RI.

Sumber : Suara.com