Nasib Apple-Google ke Ujung Tanduk Gegara Aturan Hal ini

Nasib Apple-Google ke Ujung Tanduk Gegara Aturan Hal ini

Jakarta – Apple, Alphabet (Google), serta Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp), sedang tertekan oleh aturan ‘Digital Markets Act’ (DMA). Terbaru, ketiga raksasa teknologi yang dimaksud akan diselidiki dikarenakan dugaan melanggar aturan yang tersebut ditetapkan Uni Eropa.

DMA yang dimaksud berlaku mulai 7 Maret 2024 bertujuan menantang kekuasaan dan juga dominasi raksasa teknologi, agar membuka ruang kompetisi bagi perusahaan-perusahaan yang mana lebih tinggi kecil.

Pelanggaran aturan DMA mampu berdampak pada denda 10% dari pendapatan tahunan para raksasa teknologi di dalam wilayah Uni Eropa.

Tak cuma Uni Eropa, otoritas Amerika Serikat (AS) juga mengambil bagian menuduh raksasa teknologi telah lama melakukan praktik anti-kompetisi. Tekanan ini sanggup makin mengguncang nasib raksasa teknologi.

Apple, Google, dkk berulang kali menyatakan telah lama mengarahkan ribuan engineer mereka itu untuk mematuhi DMA. Ada 6 perusahaan secara total yang dimaksud disebut sebagai ‘gatekeeper’ serta diawasi tambahan ketat untuk mematuhi DMA.

Pada awal pekan ini, Komisi Eropa mengutarakan raksasa teknologi gagal memenuhi ketentuan yang mana tertera pada DMA. Alhasil, dia akan diinvestigasi lebih lanjut lanjut.

Ketika ditanya apakah Komisi Eropa terlalu terburu-buru mengambil tindakan setelahnya aturan berlaku pada 2 pekan, Kepala Industri Uni Eropa Thierry Breton menerbitkan suara.

“Hukum adalah hukum. Kita tak bisa jadi duduk juga menanti saja,” kata beliau pada konferensi pers, disitir dari Reuters, Selasa (26/3/2024).

Apple memaparkan pihaknya telah terjadi memetuhi aturan DMA serta memproduksi beberapa perubahan. Antara lain mengakomodir mekanisme ‘sideloading’, hingga pembayaran aplikasi mobile di dalam luar App Store.

Regulator juga mengungkapkan akan menginvestigasi Alphabet. Antara lain, penyelidikan akan berpusat pada keuntungan dan juga monopoli yang dimaksud dilaksanakan raksasa mesin pencari juga layanan-layanan turunannya seperti Google Shopping, Google Flights, Google Hotels, dll. Regulator akan menyelidiki apakah layanan-layanan itu merugikan perusahaan pihak ketiga yang tersebut menjajakan layanan serupa.

Selain Apple, Alphabet, lalu Meta, ada tiga perusahaan lain yang mana juga masuk kategori ‘gatekeeper’. Antara lain Amazon, ByteDance, dan juga Microsoft.

Artikel Selanjutnya Perhatian Penggunawan HP Android, Ada Pesan dari Bos Google Nih!

Artikel ini disadur dari Nasib Apple-Google di Ujung Tanduk Gegara Aturan Ini