Berita  

Ngeluh Bolak-balik Diperiksa Kasus Etik Firli Bahuri, SYL: Saya Capek Diborgol Terus!

Ngeluh Bolak-balik Diperiksa Kasus Etik Firli Bahuri, SYL: Saya Capek Diborgol Terus!

Berita Terbaru Hari IniMelex.id Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku capek usai menjadi saksi pada persidangan dugaan pelanggaran etik Ketua KPK nonaktif Firli Bahuri. Pada hari ini, Rabu (20/12/2023), Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mengelar sidang secara perdana dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri.

SYL sebelumnya datang ke Gedung C1 KPK atau Dewas KPK sekitar 13.15 Waktu Indonesia Barat serta meninggalkan sekitar pukul 15.17.

Saat meninggalkan gedung Dewas KPK, SYL enggan berkomentar banyak. Justru, SYL mengeluh di tempat depan awak media.

SYL mengaku sudah ada lelah sebab kerap bolak-balik diperiksa oleh Dewas terkait perkara pelanggaran etik Firli Bahuri.

“Saya telah diperiksa empat kali. Dan saya sudah ada terus-terus diborgol nih, capek banget,” kata SYL sambil berjalan menuju mobil tahanan KPK.

Eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai diperiksa perkara etik Firli Bahuri di area Dewas KPK. (Suara.com/Yaumal)
Eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai diperiksa tindakan hukum etik Firli Bahuri di area Dewas KPK. (Suara.com/Yaumal)

Sidang perdana diselenggarakan Dewas KPK dengan jadwal pemeriksaan 12 saksi, pada antarnya Ketua Sementara KPK Nawawi Pamolango, kemudian dua delegasi ketua KPK Alexander Marwata, juga Nurul Ghufron.

Sementara, Firli sebagai terperiksa belum terlihat datang ke Gedung C1 KPK. Namun, demikian Dewas KPK telah lama menyatakan, hadir atau tidaknya Firli, sidang etik tetap memperlihatkan digelar.

Dewas KPK mengumumkan tiga dugaan pelanggaran etik Firli yang  dinaikkan ke persidangan.Pertama,  konferensi dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyebut, rapat itu terjadi beberapa kali.

Kedua, Firli disebut tak melaporkan harta kekayaan secara jujur dalam LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), termasuk kepemilikian utang.

Ketiga, kepemiliki rumah nomor 46 pada Jalan Kartanegara, Ibukota Selatan. Kepemilikan rumah itu juga menjadi kontroversi, sebab menjadi objek yang digunakan digeledah penyidik Polda Metro pada persoalan hukum dugaan pemerasan Firli ke SYL.
 

Sumber : Suara.com