Ngeri Orang Jadi Budak AI, China lalu Amerika Serikat Kompak dalam PBB

Ngeri Orang Jadi Budak AI, China kemudian Amerika Serikat Kompak pada PBB

Jakarta – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terlibat melakukan langkah antisipasi risiko pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Yakni dengan menimbulkan resolusi global untuk diwujudkan di negara-negara dunia.

PBB mengumumkan resolusi yang digunakan tidaklah mengikat. Resolusi itu memohon negara merawat hak asasi manusia, melindungi data pribadi hingga memantau risiko AI. Amerika Serikat (AS) mengusulkan resolusi ini. China dan juga lebih lanjut dari 120 negara berubah jadi sponsornya.

“Hari ini seluruh 193 anggota Majelis Umum PBB berbicara satu pengumuman juga bersama-sama memilih mengatur kecerdasan buatan dibandingkan kecerdasan buatan mengatur kita,” jelas Duta Besar Negeri Paman Sam untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, disitir dari Reuters, Hari Jumat (22/3/2024).

AI disebut sanggup digunakan untuk hal-hal negatif. Mulai dari mengganggu langkah-langkah demokrasi, meningkatkan penipuan atau menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan secara drastis.

Aturan PBB juga menyebutkan pemanfaatan Artificial Intelligence yang digunakan tidak ada tepat dapat menyebabkan risiko untuk hak asasi manusia serta juga kebebasan mendasar manusia.

Sejak pengembangan pesat Artificial Intelligence dua tahun terakhir, beragam negara mencoba menghasilkan inisiatif untuk mengaturnya. Misalnya, Indonesi melalui Surat Edaran (SE) terkait AI.

Sementara pada November lalu, AS, Inggris dan juga beberapa negara lain meluncurkan perjanjian internasional pertama untuk menggunakan Teknologi AI dengan aman dari pihak yang tersebut tak bertanggung jawab. Selain itu juga memacu para perusahaan menciptakan sistem Teknologi AI yang dimaksud aman.

Perjanjian itu sudah diadopsi tambahan dulu oleh Inggris. Disusul anggota parlemen yang tersebut menggunakannya untuk mengawasi teknologi yang disebutkan per bulan ini.

Di AS, pemerintah Biden mendesak anggota parlemen untuk mengadopsinya. Namun kongres setempat yang digunakan terpolarisasi sulit untuk mewujudkannya.

Artikel Selanjutnya Hanya Ngerinya Artificial Intelligence yang dimaksud Bikin Amerika kemudian China Akur

Artikel ini disadur dari Ngeri Manusia Jadi Budak AI, China dan AS Kompak di PBB