Berita  

Pabrik Tembaga Terbesar di dalam Bumi Bakal Terbangun dalam RI, Ini adalah Pemiliknya

Pabrik Tembaga Terbesar di pada Bumi Bakal Terbangun pada RI, Ini adalah adalah Pemiliknya

Jakarta – Indonesi sebentar lagi akan miliki pabrik atau infrastruktur pengolahan serta pemurnian (smelter) tembaga single line terbesar ke Global yang ada ke Kawasan Perekonomian Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik. Diperkirakan pabrik tembaga ini akan beroperasi pada Mei 2024 ini.

Sebagaimana diketahui, pabrik tembaga terbesar ini dimiliki oleh PT Freeport Nusantara (PTFI). Untuk Desember 2023 kemarin, progres perkembangan smelter tembaga itu sudah ada mencapai 90,6%.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan hingga Desember 2023 perusahaan berhasil melampaui target yang digunakan telah terjadi ditetapkan sebelumnya, yakni sebesar 90%.

“Sampai akhir tahun Desember 2023 Puji Tuhan, Alhamdulillah kita mencapai sesuai dengan target di S-Curve dengan pemerintah yaitu 90,6%, targetnya itu 90%, kita mencapai 90,6%, jadi melebihi dari targetnya,” ungkap Tony terhadap CNBC Negara Indonesia di kegiatan Pertambangan Outlook 2024.

Selanjutnya, menurutnya perusahaan memiliki target pembangunan proyek smelter yang digadang sebagai smelter single line terbesar pada globus itu sanggup rampung 100% pada Mei 2024 mendatang. “Pada bulan Mei tahun ini rencananya sanggup mencapai 100% completion. Four months to go, jadi kita sedang mencoba sekeras kemungkinan besar untuk dapat mencapai 100%,” tambahnya.

Kemudian, dibutuhkan waktu 6-10 minggu untuk smelter tembaga yang disebutkan bisa saja mulai beroperasi. Pasalnya, ini dikerjakan untuk menguji agar semua mesin lalu peralatannya berfungsi dengan baik.

“Mulai melakukan start up engine on, ignition on, pada waktu itu kira-kira diperlukan waktu antara 6-10 minggu memverifikasi seluruh smelter furnished-nya, semua oxygen plant-nya berfungsi dengan baik,” imbuhnya.

Pada Agustus 2024, konsentrat tembaga baru mulai diproses di dalam smelter tersebut. “Kemudian, bagian elektronnya mampu berfungsi dengan baik baru mulai kita masukkan konsentrat tembaganya kemudian baru mulai produksinya tembaga pada bulan Agustus 2024,” sebutnya.

Dengan begitu, Tony mengungkapkan perusahaan memiliki target produksi dengan kapasitas penuh sanggup berjalan pada bulan Desember 2024.

“Tapi full capacity production-nya baru akan ke Desember 2024. Kan begitu mulai produksi katoda tembaga itu harus ramp up, nggak dapat segera full production,” tandasnya.

Kapasitas 1,7 jt ton per tahun

Smelter yang mana disebut sebagai smelter single line atau satu jalur terbesar di dalam planet ini mampu mengolah konsentrat tembaga sebanyak 1,7 jt ton per tahun untuk menghasilkan kembali 600 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Selain itu, smelter juga bisa jadi memproduksi emas hingga 50 ton per tahun dan juga 150-200 ton perak per tahun.

Smelter ini nantinya akan menciptakan item sampingan yang dimaksud terkandung di lumpur anoda yakni emas dan juga perak murni berjumlah 6 ribu ton per tahun.

Produk sampingan lainnya yaitu asam sulfat berjumlah 1,5 jt ton per tahun, terak tembaga banyaknya 1,3 jt ton per tahun, juga gipsum berjumlah 150 ribu ton per tahun.

Secara kumulatif tenaga kerja untuk proyek penyelenggaraan smelter akan menerima tenaga kerja hingga sekitar 40 ribu pekerja. Pada pada waktu beroperasi nantinya, smelter kedua Freeport ini membutuhkan sekitar 1.500 pekerja.

Artikel Selanjutnya Sebentar Lagi RI Punya Pabrik Tembaga Terbesar Dunia, Ini adalah Pemiliknya

Artikel ini disadur dari Pabrik Tembaga Terbesar di Dunia Bakal Terbangun di RI, Ini Pemiliknya