Pakar Teknologi Sebut Kecerdasan Buatan Akan Mempengaruhi Proses pemilihan raya 2024

Pakar Teknologi Sebut Kecerdasan Buatan Akan Mempengaruhi Proses pemilihan raya 2024

Berita Teknologi Hari IniMelex.id LONDON – Para pakar komputer dan ilmuwan urusan politik memberi peringatan bahwa piranti “artificial intelligence” (AI) atau kecerdasan buatan mampu menipu pemilih, lalu bahkan kemungkinan besar mempengaruhi proses pemilihan raya 2024.


Piranti Teknologi AI generatif yang canggih pada waktu ini dapat mengkloning kata-kata juga foto manusia secara sangat realistis di hitungan detik, dengan biaya minimal.

“Kami tak siap dengan Kecerdasan Buatan generatif ini,” ujar AJ Nash, delegasi presiden intelijen di dalam sebuah perusahaan keamanan siber ZeroFox terhadap Associated Press.

“Bagi saya lompatan besar ke depan adalah kemampuan audio juga video yang digunakan muncul . Ketika kita dapat melakukannya pada skala besar, juga mendistribusikannya di area sistem media sosial, maka ini akan berdampak besar pada waktu pemilihan 2024 pada Negeri Paman Sam juga beberapa negara nanti,” tambahnya.

AI Ketika digabungkan dengan algoritma media sosial yang dimaksud kuat, maka konten palsu yang digunakan dibuat secara digital ini dapat menyebar dengan sangat cepat, menarget audiens yang tersebut sangat spesifik, serta mengakibatkan trik-trik kotor kampanye ke titik terendah baru.

Dampak positif kampanye juga pemilihan umum tahun 2024 sejenis besarnya dengan hal-hal yang tersebut meresahkan.

Hal yang dimaksud dikarenakan Teknologi AI generatif bukan belaka dapat menciptakan email, teks, atau video kampanye yang digunakan ditargetkan dengan cepat, tetapi juga dapat digunakan untuk menyesatkan pemilih, meniru identitas kandidat, lalu mengurangi kekuatan pilpres pada skala kemudian kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Pakar-pakar Teknologi AI dapat dengan cepat mengungkapkan sebagian skenario yang digunakan mengkhawatirkan di dalam mana Teknologi AI generatif digunakan untuk menyebabkan media sintetis dengan tujuan membingungkan pemilih, memfitnah kandidat lain, atau bahkan menghasut terjadinya aksi kekerasan.

Sumber : Sindonews.com