Pengamat: Agak sulit petakan tempat partai kebijakan pemerintah dari hasil pilpres

Pengamat: Agak sulit petakan tempat partai kebijakan pemerintah dari hasil pilpres

DKI Jakarta – Pengamat urusan politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran DKI Jakarta Ardli Johan Kusuma memaparkan bahwa ketika ini masih sulit untuk memetakan sikap partai politik, baik oposisi maupun pendukung pemerintah, usai hasil pilpres ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

"Saat ini agak sulit memetakan kedudukan partai kebijakan pemerintah cuma dari hasil pemilihan umum oleh sebab itu fakta sudah pernah menunjukkan pada pemilu-pemilu sebelumnya bahwa kedudukan partai urusan politik di dalam Indonesia, apakah ia akan berubah menjadi bagian atau berubah jadi oposisi pemerintah, tambahan ditentukan pada manuver pascapemilu," kata Ardli ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Ardli mengumumkan lobi pascapemilu akan menentukan sikap partai urusan politik untuk periode pemerintahan selanjutnya, yakni 2024-2029.

"Karena budaya partai kebijakan pemerintah pada Indonesi lebih tinggi banyak dipengaruhi pertimbangan pragmatis dibandingkan dengan loyalitas terhadap ideologi atau nilai-nilai yang mana diusung partai itu sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pada waktu ini masih terlalu dini untuk memetakan tempat partai politik, teristimewa ke legislatif atau DPR RI.

"Masih sangat terlalu dini untuk memetakan kedudukan partai ketika ini oleh sebab itu kemungkinan-kemungkinan masih dapat terjadi mendekati pembentukan kabinet pemerintahan yang mana baru nantinya," katanya.

Sebelumnya, KPU RI menetapkan pasangan Calon Presiden dan juga Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan capres-cawapres terpilih pada Pilpres 2024.

Selain itu, KPU RI juga menetapkan PDI Perjuangan sebagai partai urusan politik dengan raihan kata-kata terbanyak pada pemilihan anggota legislatif (Pileg) DPR RI pada Pemilihan Umum 2024.

Penetapan yang disebutkan tertuang di Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan hasil Pemilihan Umum Presiden dan juga Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional di Pemilihan Umum Tahun 2024.

"Hasil Pemilihan Umum secara nasional sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu sampai dengan Diktum Kelima ditetapkan pada hari Rabu tanggal 20 bulan Maret tahun 2024 pukul 22.19 WIB," kata Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari pada Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (20/3) malam.

Hasyim mengungkapkan PDI Perjuangan memperoleh 25.387.279 kata-kata dari total surat ucapan sah banyaknya 151.796.631 suara.

Sementara itu, kedudukan kedua ditempati Partai Golkar dengan 23.208.654 suara, sedangkan kedudukan ketiga diisi oleh Partai Gerindra yang mana meraih 20.071.708 suara.

Berdasarkan Keputusan KPU tersebut, maka terdapat delapan partai urusan politik yang mana memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar empat persen sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Berikut rincian perolehan pengumuman partai kebijakan pemerintah di Pileg DPR RI pada pemilihan 2024 dan juga memenuhi ambang batas parlemen.

1. PDI Perjuangan 25.387.279 pendapat (16,72 persen)
2. Partai Golkar 23.208.654 kata-kata (15,29 persen)
3. Partai Gerindra 20.071.708 ucapan (13,22 persen)
4. PKB 16.115.655 pernyataan (10,62 persen)
5. Partai NasDem 14.660.516 pengumuman (9,66 persen)
6. PKS 12.781.353 pernyataan (8,42 persen)
7. Partai Demokrat 11.283.160 pernyataan (7,43 persen)
8. PAN 10.984.003 ucapan (7,24 persen)

Oleh sebab itu, komposisi partai oposisi kemudian pendukung pasangan Presiden-Wakil Presiden RI terpilih pemilihan 2024 masih seimbang untuk DPR RI periode 2024-2029, yakni empat partai politik.

Kemungkinan partai oposisi meliputi PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, lalu PKS. Sementara itu, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, lalu PAN merupakan pendukung Prabowo-Gibran selama kontestasi Pilpres 2024.

Artikel ini disadur dari Pengamat: Agak sulit petakan posisi partai politik dari hasil pemilu