Klarifikasi Lengkap Menteri Tenaga Kerja Soal THR Lebaran Ojol

Klarifikasi Lengkap Menteri Tenaga Kerja Soal THR Lebaran Ojol

Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja sempat menimbulkan para pengemudi ojol berharap mendapatkan THR Lebaran. Namun, harapan yang dimaksud pupus. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah memberikan penjelasan lengkap tentang nasib THR ojol.

Ida mengutarakan imbauan agar ojol diberi THR tak masuk di ruang lingkup surat edaran THR yang mana dirilis Kemenaker. Ia menyatakan imbauan yang dimaksud sebatas niatan baik dari Kemenaker untuk menyokong aplikator ojek atau driver online memberikan perhatian untuk mitra.

Menaker menyadari hubungan antara aplikator serta pengendara ojol tidak tenaga kerja melainkan kemitraan sehingga ia berharap agar aplikator juga memberikan perhatian terhadap nasib para pengemudi ojol.

Sebelumnya, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial lalu Keamanan Sosial Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri menyatakan pihaknya mengimbau agar THR diberikan terhadap driver ojol.

Menurut Putri, walaupun driver ojol bekerja sebagai mitra, tetapi masuk pada kategori PKWT. Dengan begitu, driver ojol juga berhak mendapat THR dengan ketentuan pada Surat Edaran (SE) THR yang mana disampaikan Kemnaker pada Awal Minggu (18/3).

Menurut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari, Kemnaker memang sebenarnya memberikan perhatian terhadap ojol sehingga mengimbau perusahaan program untuk memberikan THR.

Berikut adalah penjelasan lengkap Menaker Ida Fauziyah masalah THR Lebaran untuk ojol dan driver taksi online:

Sebenarnya yang mana disampaikan Bu Dirjen itu adalah, apa, niat baik kami untuk dorong platform, apa namanya itu, untuk berikan THR. Kalau dilihat ruang lingkupnya memang benar bukan masuk pada surat edaran ini. Itu harus dipahami sebagai niat baik kami mengupayakan perusahaan program ini agar memberikan perhatian.

Karena ini kan hubungannya kemitraan, maka bukan masuk cakupan. Hal ini sebenarnya tambahan ke niat baik kami, ternyata perusahaan kan memberikan bentuknya, insentif atau yang mana lain sebagainya yang tersebut bentuknya perhatian-perhatian ke teman-teman ojol.

Ini kan kita pahaminya memang sebenarnya tidak hubungan tenaga kerja, semata-mata kemitraan terus kita dorong sih, semoga semata nanti ada aturannya, sekali lagi dipahami ini adalah niat baik kami agar mereka itu dapat perhatian.

Menaker menyatakan ia akan memberikan penjelasan lebih tinggi terperinci di dalam depan anggota DPR Komisi 9, besok (27/3/2024).

Keterangan Grab lalu Gojek soal THR Ojol

Dua raksasa penyedia layanan ride sharing, Gojek serta Grab menerbitkan pernyataan terkait kebijakan THR bagi para driver. SVP Corporate Affairs Gojek Rubi W. Purnomo menegaskan persoalan hubungan perusahaan perangkat lunak serta driver ojol sebagai mitra.

Ini menciptakan para pengemudi tidak termasuk pada hubungan kerja seperti Perjanjian Kerja dengan Waktu Tertentu (PKWT), PKWTT, kemudian hubungan kerja lainnya. Yakni hal yang dimaksud berdasarkan ketentuan Permenaker 5 Tahun 2021 Pasal 31 juga Permenhub 12/2019 Pasal 15.

Rubi menjelaskan pihaknya telah lama miliki inisiatif Gojek Swadaya. Proyek yang disebutkan dimaksudkan untuk meringankan operasional driver kemudian disebut telah dilakukan dinikmati jutaan pengemudi di Indonesia.

Swadaya juga miliki inisiatif khusus pada momen tertentu,termasuk ketika bulan Ramadan kemudian Lebaran. “Sejak 2016, kami sudah pernah memiliki inisiatif Gojek Swadaya yang tersebut ditujukan untuk meringankan biaya operasional mitra driver kemudian sudah dinikmati oleh jutaan mitra driver di seluruh Indonesia,” kata Rubi di pernyataan resmi yang dimaksud diterima CNBC Indonesia.

Sementara itu, pihak Grab Negara Indonesia menjanjikan memberikan insentif khusus ketika Hari Raya nanti terhadap para drivernya. Hal ini akan diberikan pada hari pertama serta kedua lebaran.

Grab menjelaskan pemberiannya sesuai dengan imbauan Kementerian Tenaga Kerja. Yakni dari bentuk hingga mekanisme dikembalikan terhadap pihak aplikator.

“Hal ini juga sesuai dengan imbauan dari Kementerian Tenaga Kerja RI bahwa bentuk, besaran, dan juga mekanisme THR dapat diberikan pada beragam bentuk serta disesuaikan oleh setiap aplikator,” kata pihak Grab Indonesia.

Artikel Selanjutnya Driver Ojol Dapat THR Tahun 2024, Hal ini Alasan Kemnaker

Artikel ini disadur dari Penjelasan Lengkap Menteri Tenaga Kerja Soal THR Lebaran Ojol