Bisnis  

PTPN V Memimpin Inovasi pada Industri Perkebunan dengan Teknologi Terkini

PTPN V Memimpin Inovasi pada Industri Perkebunan dengan Teknologi Terkini

Melex.id – Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui anak perusahaannya PT Perkebunan Nusantara V  atau PTPN V berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Digital Innovation and Achievement Award 2023 yang dimaksud digelar pada Jakarta.

Penghargaan itu diraih PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) usai sukses melakukan metamorfosis melalui implementasi Internet of Things (IoT) guna menyokong digitalisasi secara menyeluruh selama empat tahun terakhir.

Ketiga penghargaan yang dimaksud diraih PTPN V adalah Best Overall Digital Innovation and Achievement 2023 juga Best Digital Technology and IoT Implementation 2023 In Agroindustry serta satu penghargaan dianugerahkan kepada Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko Santosa untuk kategori Best CEO In Digital Innovation and Achievement of The Year 2023.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengapresiasi atas keberhasilan PTPN V yang meraih tiga penghargaan sekaligus. Ia mengatakan penghargaan yang disebut merupakan bukti akan komitmen PTPN Group yang tersebut terus bertransformasi menuju modernisasi industri perkebunan.

“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa kita telah dilakukan bertransformasi. Bidang perkebunan kemudian industri kelapa sawit selama ini dikelola secara konvensional, serta sekarang ini saatnya kita menjadi pionior untuk bertransformasi menuju modernisasi dengan memanfaatkan teknologi digital,” kata Ghani ditulis Senin (13/11/2023).

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjawab salah satu tantangan industri kelapa sawit dalam meningkatkan produktivitas lalu kinerja perseroan secara terukur, tepat, cepat, kemudian akurat.

Penghargaan yang dimaksud diraih PTPN V tak lepas dari pemanfaatan internet of things dalam menyokong perubahan digital. Beragam inovasi yang dimaksud dihasikkan tak hanya sekali ditempat sebagai supporter, melainkan sebagai driver kemajuan perusahaan.

PTPN V sendiri dalam melakukan perubahan struktural digital menggunakan penerapan Precision Farming guna membantu pengelolaan perkebunan sawit sehingga mampu melakukan cost control, production control, lalu fraud control secara efektif serta efisien.

CEO PTPN V Jatmiko Santosa memaparkan bahwa dalam penerapan digitalisasi sejalan dengan pelaksanaan Corporate Strategy, yaitu dengan Reducing Cost serta Increasing Value sehingga terbentuk Value Innovation.

Selain itu, PTPN V juga melakukan inovasi di dalam bidang lainnya, misalnya dalam aspek administrasi, PTPN V menggunakan portal yang diberi nama E-Office PTPN V.

Platform ini berfungsi untuk merubah semua sistem administrasi menjadi sistem digital, sekaligus paperless.

Kemudian peran PTPN V sebagai katalisator sektor ekonomi juga mendapat perhatian serius dalam implementasi perubahan digital. Bersama masyarakat, mitra lalu pihak terkait PPTN V melanjutkan komitmennya untuk tetap tumbuh positif secara berkelanjutan.

“Digitalisasi merupakan bagian penting dalam perubahan fundamental PTPN V. Di di sini ada perjuangan untuk menata kemudian mentransformasi budaya. Dari yang digunakan terfragmentasi menjadi terintegrasi. Dari yang mana serba manual menjadi terdigitalisasi, lebih tinggi cepat dan juga akurat,” paparnya.

PTPN V yang digunakan dinakhodai Jatmiko Santosa sejak 2019 lalu mengalami perubahan signifikan dengan berinovasi memanfaatkan digitalisasi sebagai akselerator transformasi.

Peta jalan perubahan struktural digital disusun sejak empat tahun lalu dan juga hingga sekarang perusahaan dalam fase integrasi penuh digital melalui program EPlantation juga ditargetkan rampung 2024 mendatang.

Hasilnya, perusahaan mampu meningkatkan kinerja secara signifikan yang dimaksud dibuktikan dengan peningkatan efesiensi serta berhasil mencatatkan kinerja finansial tertinggi sepanjang sejarah selama tiga tahun berturut-turut.

Hingga kini, berdasarkan penilaian INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index) yang digunakan dilaksanakan Kementerian BUMN, PTPN V menjadi salah satu perusahaan kluster Perkebunan dengan kesiapan matang menuju digitalisasi era industri 4.0.

Sejumlah inovasi IoT yang tersebut dihasilkan PTPN V juga menjadi acuan bagi berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan seperti Millena (Mill Excelence Indicator) atau pemantau operasional pabrik berbasis sensorik, Intank Control atau pemantau penyimpanan crude palm oil (CPO) di tempat tangki simpan secara real time.

Selanjutnya, PTPN V juga miliki Fleet Management sebagai alat untuk pelacak angkutan CPO dari pabrik menuju pelabuhan, FOSS Nir yang dimaksud merupakan IoT untuk pemeriksaan kualitas CPO lalu memantau kehilangan secara cepat. Kemudian terdapat Suplesi DAN, Autotec, serta terakhir Nusaklim yang mana merupakan pemantau cuaca di area perkebunan secara tepat waktu.

“Alhamdulillah, PTPN V saat ini menjadi perusahaan dengan kesiapan digitalisasi yang digunakan tinggi. Ini semua bukan lepas dari komitmen insan PTPN V yang dimaksud didukung pemegang saham untuk bertransformasi,” ujarnya.

Indonesia Digital Innovation and Achievement (IDIA) Awards 2023 sendiri merupakan ajang bergengsi yang mana dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi juga penghargaan kepada pihak-pihak yang tersebut telah terjadi berhasil melakukan inovasi terkait adopsi teknologi digital dalam memberikan layanan yang mana beragam sesuai dengan perkembangan zaman.

Ketua Penyelenggara IDIA Awards 2022 Sukatna Panca Miharja mengatakan IoT penting diimplemantasikan perusahaan oleh sebab itu mampu memberikan peningkatan efisiensi, peningkatan produktivitas, peningkatan keamanan juga kenyamanan serta membuka jalan bagi inovasi berikutnya.

“Hal ini dikarenakan IoT mampu melakukan otomasi berbagai tugas serta proses. Perangkat IoT memiliki kemampuan mengumpulkan dan juga mengirimkan data secara real-time, memungkinkan perusahaan/organisasi menimbulkan keputusan berdasarkan informasi terakurat kemudian teraktual. PTPN V telah terjadi berhasil melakukannya dengan sangat advance,” demikian Sukatna.

Sumber : suara.com