Berita  

Ramai Dikritik dan juga Dituntut, Arya Wedakarna Tetap Lanjut Unggah This Is Not Middle East

Ramai Dikritik dan juga juga Dituntut, Arya Wedakarna Tetap Lanjut Unggah This Is Not Middle East

Berita Terkini Hari IniMelex.id Setelah sebelumnya dikritik juga dikecam berbagai pihak melawan komentarnya yang dimaksud dianggap bernada SARA, anggota DPD dari Bali, Arya Wedakarna masih terus menggemakan ungkapan “This is Bali, not Middle East” di tempat kanal sosial medianya.

Hal ini terlihat dari unggahan Arya dalam akun Instagram-nya pada Kamis, 4 Januari 2024, yang memperlihatkan gambar dengan tulisan yang dimaksud disitir dari pernyataan anggota DPD dari Bali yang disebutkan pada rapat yang ia lakukan bersatu perwakilan pengelola bandara Ngurah Rai lalu perwakilan instansi Bea Cukai.

Unggahan yang dimaksud diunggah oleh Arya pasca sebelumnya dirinya mendapatkan berbagai kecaman rakyat terkait pernyataannya yang digunakan dianggap menyudutkan salah satu agama. Bahkan unggahan yang dimaksud diunggah sebanyak dua kali setelahnya sebelumnya Arya sendiri menyampaikan klarifikasinya dalam akun sosial media yang sama.

Sebelumnya, Arya diketahui mengunggah video di tempat akun Instagram nya yang digunakan di dalam dalamnya terdapat cuplikan sang senator mengkritisi petugas Bea Cukai yang mana menggunakan hijab.

“Jangan kasih yang tersebut penutup-penutup (kepala) enggak jelas. This is not Middle East (ini bukanlah Timur Tengah),” kata Arya pada video tersebut. Tidak cuma itu, di video yang dimaksud Arya juga mengatakan para pelaku transportasi online pada Bandara Ngurah Rai sebagai “pendatang”.

Sejak mengeluarkan pernyataan tersebut, Arya tidak cuma menerima kecaman. Hingga hari Jumat, 5 Januari 2024, setidaknya ada dua laporan untuk kepolisian yang dimaksud dilayangkan kepadanya. Selain itu, sekitar 200 massa yang digunakan mewakili umat Muslim Bali juga melakukan demonstrasi di tempat kantor DPD Bali.

Tidak semata-mata itu, tokoh penduduk Bali seperti Ni Luh Djelantik juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Arya. Tidak semata-mata Ni Luh, akademisi Universitas Pendidikan Nasional, I Nyoman Subanda, juga menyayangkan pernyataan Arya kemudian menyatakan bahwa pernyataannya ini berpotensi menjadi bumerang bagi sikap kebijakan pemerintah Arya.

Di tingkat nasional, pernyataan Arya ini juga ramai-ramai mendapatkan kecaman dari banyak pihak seperti dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas; Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, Ahmad Sahroni, Majelis Ulama Indonesia, hingga yang digunakan terbaru dari Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan, Chairunnisa Yusuf.

Sumber : Suara.com