Berita  

Sengketa Pemilihan Umum pada MK Bisa Mengancam Laju IHSG-Rupiah Hari Ini?

Sengketa Pemilihan Umum pada MK Bisa Mengancam Laju IHSG-Rupiah Hari Ini?

1 dari 4 Halaman

  • Pasar keuangan Indonesia mayoritas melemah pada pekan lalu, hanya sekali IHSG yang mana mampu ditutup ke zona hijau

  • Wall Street relatif terkoreksi sehat, pasca mencatatkan rekor pekan lalu

  • Sentimen utama pekan ini berasal dari di negeri terkait gugatan MK hasil Pemilu, namun sentimen global relatif minim 

– Pasar keuangan relatif berada pada zona merah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Hari Jumat (22/3/2024). Skala Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi satu-satunya yang digunakan menguat, sedangkan rupiah dan juga tarif Surat Berharga Negara (SBN) harus terkoreksi.

Pasar keuangan Negara Indonesia diperkirakan masih akan volatile pada pekan ini, utamanya dipengaruhi oleh banyaknya data juga rencana penting dari di negeri seputar gugatan MK. Selengkapnya mengenai sentimen dan juga proyeksi lingkungan ekonomi hari ini kemudian satu pekan ke depan mampu dibaca pada halaman 3 artikel ini. Dan para penanam modal juga dapat mengintip jadwal kemudian rilis data yang digunakan terjadwal untuk hari ini baik pada negeri kemudian luar negeri pada halaman 4.

Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Hari Jumat (22/3/2024), IHSG terpantau menguat tipis 0,16% bermetamorfosis menjadi 7.350 indeks poin. Penguasaan ini menjadikan IHSG mampu berada di dalam zona hijau di sepekan dengan kenaikan sebesar 0,4% di sepekan.

Penguatan tipis IHSG pada akhir pekan tak lama kemudian didorong dari enam sektor lalu penurunan pada lima sektor. Menguatkan sektor teknologi berubah menjadi katalis IHSG berada ke zona hijau dengan terapresiasi 1,32%.

Saham GOTO kemudian BUKA kompak berada di zona hijau, menunjukkan adanya rebound pasca berada pada level yang mana cukup rendah beberapa hari terakhir. Pekan lalu, saham BUKA sempat berada di level terendah sepanjang masanya, menyentuh Mata Uang Rupiah 136 per saham.

Sementara sektor pemberat berasal dari sektor energi yang digunakan terkoreksi 0,46%. PT AKR Coporindo Tbk (AKRA) terkoreksi 4,23%, di dalam berada dalam kinerja laba bersih kuartal-IV 2023 yang dimaksud cukup memuaskan, tembus Simbol Rupiah 1 triliun.

Rupiah anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca data Amerika Serikat menunjukkan penguatan dan juga gugatan yang tersebut dilancarkan pasca hasil pemilihan umum yang tersebut mengakibatkan foreign outflow di pangsa keuangan domestik.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup ambruk 0,77% dalam nomor Rp15.775/US$. Letak ini merupakan yang mana terlemah sejak 30 Januari 2024. Sedangkan secara mingguan, rupiah juga mengalami depresiasi sebesar 1,19% atau terparah sejak 22 Januari 2024.

Salah satu factor pelemahan rupiah disebabkan oleh aksi ambil untung penduduk kelas menengah Indonesia. Menurut Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa hal itu muncul lantaran penduduk kelas menengah mengambil keuntungan dari hal tersebut.

“Ketika rupiah melemah, sebab [dolar] mahal ia ambil untung. Paling sejumlah kelas menengah, tabungan Rupiah 100 juta-Rp 200 jt lalu Rupiah 500 juta-Rp 1 miliar,” katanya pada waktu bertemu dengan media ke Jakarta, diambil hari terakhir pekan (22/3/2024).

Angka Ukuran Manajer Pembelian (PMI) Proses Produksi Amerika Serikat tercatat naik ke level tertinggi di 21 bulan di dalam 52,5 pada Maret 2024 dari 52,2 pada Februari, mengalahkan perkiraan bursa sebesar 51,7, menurut perkiraan awal.

Hal ini akan menambah tekanan inflasi, sesuatu yang tidaklah diperkirakan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada pernyataannya pada Rabu pekan lalu.

Selain itu, pergerakan rupiah hari ini didorong dari sentimen kebijakan pemerintah dari gugatan-gugatan hasil pemilihan umum untuk Mahkamah Konstitusi (MK) berhadapan dengan hasil kemenangan Presiden dan juga Wakil Presiden yang digunakan telah terjadi disampaikan oleh Ketua Pemilihan Umum (KPU). Hal ini dapat menggerakkan dana asing kabur dari Indonesia.

Dari lingkungan ekonomi SBN, yield atau imbal hasil SBN tenor 10 tahun seri benchmark terpantau naik berada di dalam level 6,63%. 

Kenaikan imbal hasil obligasi mengindikasikan perasaan khawatir pelaku pangsa berinvestasi pada surat utang Indonesia. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga kenaikan yield menunjukkan tarif obligasi yang sedang turun demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%. Ketika yield naik, mengindikasikan penanam modal sedang jual SBN.

Wall Street Terkoreksi Sehat, Pasca Catatkan Rekor

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN :
1 2 3 4

Artikel ini disadur dari Sengketa Pemilu di MK Bisa Mengancam Laju IHSG-Rupiah Hari Ini?