Berita  

Skandal Korupsi Goyang pemerintahan Singapura, Menteri Hadapi 35 Dakwaan

Skandal Korupsi Goyang pemerintahan Singapura, Menteri Hadapi 35 Dakwaan

Jakarta – Mantan Menteri Perhubungan Singapura S. Iswaran kembali ke pengadilan pada Awal Minggu (25/3/2024) untuk menerima delapan dakwaan baru.

Hal ini muncul belaka seminggu setelahnya pria berusia 61 tahun itu kembali ke Singapura dari perjalanan yang dimaksud disetujui pengadilan ke Australia, yang tersebut diperpanjang dikarenakan penyakitnya.

Dilansir Channel News Asia, delapan dakwaan baru yang dimaksud berdasarkan Pasal 165 KUHP kemudian menuduh Iswaran memperoleh barang-barang berharga diantaranya botol wiski, tongkat golf, dan juga sepeda gowes Brompton dari orang pria bernama Lum Kok Seng.

Saat itulah fungsi resmi Iswaran sebagai Menteri Perhubungan dihubungkan dengan usaha Tuan Lum dengan Otoritas Transportasi Darat (LTA) melalui perusahaannya Kontraktor Bangunan Lum Chang.

Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) memaparkan di pernyataan terpisah pada hari Mulai Pekan bahwa barang-barang yang disebutkan memiliki nilai total sekitar 18.956,94 dolar Singapura.

Iswaran juga mengaku tiada bersalah menghadapi dakwaan baru ini, sehingga jumlah keseluruhan total dakwaan yang tersebut yang dihadapinya bermetamorfosis menjadi 35.

Pembela mempertanyakan mengapa dakwaan baru baru diajukan sekarang, sementara jaksa menjawab bahwa semua dakwaan didasarkan pada bukti.

Iswaran pertama kali didakwa dengan 27 dakwaan pada Januari, yang tersebut terdiri dari dua dakwaan korupsi berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Korupsi, satu dakwaan menghalangi keadilan, kemudian 24 dakwaan mendapatkan barang berharga sebagai pegawai negeri berdasarkan KUHP.

Dia mengaku tiada bersalah melawan semua dakwaan, yang digunakan terkait dengan interaksinya dengan taipan properti Ong Beng Seng, pemilik hak Grand Prix Singapura dan juga ketua promotor balapan GP Singapura.

Tuduhan pertama menuduh Iswaran secara korup menerima tambahan dari 166.000 dolar Singapura senilai penerbangan, penginapan di hotel, serta tiket acara sebagai imbalan untuk memajukan kepentingan industri miliarder tersebut. Dia secara terpisah dituduh memperoleh barang berharga senilai 218.000 dolar Singapura di kapasitasnya sebagai menteri yang mana juga berurusan dengan Ong dan juga perusahaannya. Adapun Iswaran adalah ketua Komite Pengarah F1.

Iswaran mengundurkan diri dari jabatannya dalam pemerintahan dua hari sebelum sidang pertamanya pada Januari. Dia sebelumnya sudah pernah diberi cuti sambil mengantisipasi penyelidikan oleh CPIB.

Jika terbukti memperoleh barang berharga sebagai pegawai negeri, Iswaran bisa jadi dipenjara hingga dua tahun, denda, atau keduanya.

Jika terbukti melakukan korupsi memperoleh gratifikasi berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Korupsi, ia dapat dipenjara hingga tujuh tahun, denda hingga 100.000 dolar Singapura, atau keduanya.

Jika terbukti menghalangi keadilan, ia dapat dipenjara hingga tujuh tahun, denda, atau keduanya.

Artikel Selanjutnya Kronologi Skandal Korupsi Kakap Singapura, Seret Crazy Rich & Menteri

Artikel ini disadur dari Skandal Korupsi Goyang Pemerintah Singapura, Menteri Hadapi 35 Dakwaan