Berita  

Surat Pengunduran Diri Firli Bahuri Ditolak Istana, IM57+ Institute: Jokowi Ogah Terjebak

Surat Pengunduran Diri Firli Bahuri Ditolak Istana, IM57+ Institute: Jokowi Ogah Terjebak

Berita Teknologi Hari IniMelex.id Permohonan pengunduran diri Firli Bahuri sebagai Ketua KPK ternyata belum dapat diproses Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Terkait itu, IM57+ Institute menilai jikalau Jokowi pun tidak ada mau terseret upaya licik Firli menghindar dari pertanggungjawabannya terhadap tindakan hukum yang mana membelitnya.

“Pertama, surat tanggapan istana terdiri dari pernyataan berhentinya Firli tak dapat diproses merupakan tindakan untuk menegaskan istana bukan ingin turut dan juga di upaya licik Firli menghindari pertanggungjawaban,” kata Ketua IM57+ Institute, M Praswad Nugraha pada keterangannya, Hari Sabtu (23/12/2023).

Menurut Praswad, Presiden Jokowi bukan ingin diseret-seret pada taktik penghindaran pertanggunjawaban Firli Bahuri.

“Artinya tidak semata-mata rakyat yang dapat membaca upaya penghindaran tanggung jawab tersebut, semua, termasuk birokrasi telah tahu adanya upaya kritis dari Firli untuk menghindari pertanggungjawaban,” bebernya.

Di sisi lain, belum diprosesnya permohonan mundur Firli Bahuri ini juga menghasilkan IM57+ Institute mendesak Dewan Pengawas KPK untuk memutus secara etik dugaan pemerasan yang tersebut dilaksanakan Firli.

“Pada sisi lain, Kepolisian pun haru merespon dengan melakukan penjara segera dengan alasan yang disebutkan oleh kami pada rilis sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, IM57+ Institute menilai, apabila ketiga alasan subjektif pemidanaan Firli Bahuri di KUHAP telah masuk semua pada kondisi pada waktu ini.

“Kedua langkah baik etik dan juga pidana harus disambut dengan cepat, terlebih dikarenakan dari sisi kebijakan pemerintah tidak ada akan ada hambatan dengan sikap yang digunakan jelas dari Istana kendati terlambat,” imbuh dia.

Untuk diketahui, pengunduran diri Firli Bahuri sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata belum dapat diproses Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan, hal itu disebabkan surat yang dikirimkan Firli Bahuri menyatakan berhenti, tidak mengundurkan diri.

“Keppres pemberhentian Bapak Firli Bahuri sebagai Pimpinan KPK belum sanggup diproses tambahan lanjut. Karena pada surat tersebut, Bapak Firli Bahuri tidak ada menyebutkan mengundurkan diri, tetapi menyatakan berhenti,” kata lewat keterangannya, diambil Suara.com, hari terakhir pekan (22/12/2023).

Dijelaskannya, merujuk pada Undang-Undang KPK, tidak ada mengenal kata berhenti.

“Pernyataan berhenti tidak ada dikenal sebagai ketentuan pemberhentian Pimpinan KPK sebagaimana diatur pada Pasal 32 Undang-Undang KPK,” terang Ari.

Sebagaimana diketahui, Firli Bahuri telah lama mengajukan surat pengunduran diri sebagai pimpinan KPK pada 18 Desember 2023. Surat pengunduran diri diserahkannya ke Presiden Joko Widodo lewat Menteri Sektretaris Negara.