Tak Bayar Bonus Karyawan, X Divonis Bersalah

Tak Bayar Bonus Karyawan, X Divonis Bersalah

Berita Teknologi Hari IniMelex.id MENLO PARK – Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS) memutuskan bahwa perusahaan media sosial, Twitter, yang digunakan pada saat ini diberi merek X, melanggar kontrak menyusul kegagalan membayar bonus kinerja tahunan seperti yang dijanjikan secara lisan terhadap karyawannya.

Klaim pelanggaran kontrak diajukan oleh mantan direktur senior Mark Schobinger.

Dalam gugatan yang mana diajukan pada bulan Juni, Twitter diduga menjanjikan bonus kinerja untuk karyawannya apabila mereka masih bekerja pada perusahaan yang disebutkan hingga kemungkinan batas waktu pembayaran pada kuartal pertama tahun ini.

Pengadilan menolak upaya Twitter untuk membatalkan perkara yang dimaksud dengan memutuskan bahwa klaim pelanggaran kontrak Schobinger berdasarkan hukum California adalah sah.

Hakim Distrik Amerika Serikat Vince Chhabria di putusannya mengungkapkan Schobinger dengan tepat menyatakan klaim yang mana melibatkan dugaan pelanggaran kontrak berdasarkan hukum California.

“Dia mengklaim Twitter secara lisan berjanji akan membayar setiap karyawan, sebagian dari bonus telah lama dipertimbangkan. Dengan demikian, Twitter melanggar kontrak lantaran diduga menolak membayar bonus yang mana dijanjikan untuk Schobinger,” kata Vince seperti dilansir dari AFP, Akhir Pekan (24/3/2023).

Meski demikian, X masih bisa jadi mengajukan banding berhadapan dengan langkah pengadilan tersebut.

Sumber : Sindonews.com