Telkomsel Jaga Angka Dorong Publik Perangi Modus Penipuan Online

Telkomsel Jaga Angka Dorong Publik Perangi Modus Penipuan Online

Jakarta – Telkomsel mempertegas komitmennya di menerapkan prinsip ESG berkelanjutan, melalui inisiatif Jaga Data. Langkah ini merupakan perwujudan implementasi pada aspek governance (tata kelola) yang mana berhubungan dengan pemeliharaan data di setiap aspek operasional perusahaan.

Melalui inisiatif yang dimaksud Telkomsel meminta masyarakat untuk secara bergerak melaporkan indikasi kecurangan online yang dimaksud marak terbentuk melalui aksi #BersatuKitaLapor, yang tersebut juga berubah jadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kesadaran tentang pencegahan kejahatan online.

Masyarakat dapat menyebabkan laporan menghadapi beragam modus penggelapan online yang digunakan dialami, baik penipuan melalui telepon, Short Message Service (SMS), ataupun aplikasi mobile chatting. Inisiatif Telkomsel Jaga Fakta melalui aksi #BersatuKitaLapor sejalan dengan visi perusahaan sebagai leading digital telco service provider ke Tanah Air yang berjanji untuk memberdayakan penduduk pada aspek pemanfaatan teknologi, salah satunya pada melindungi diri dari ancaman kecurangan online.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki Hamsat Bramono mengatakan, data dari Kominfo RI mencatat selama periode Agustus 2018 hingga Februari 2023 terdapat 1.730 konten penipuan online pada kurun waktu lima tahun. Untuk itu, setiap individu harus bergerak melindungi informasi pribadinya, sebab pemeliharaan data pribadi merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui pergerakan #BersatuKitaLapor, Telkomsel pun tidak ada sebatas mengedukasi, tetapi mengupayakan lalu mengundang aksi nyata dari seluruh pelanggan dan juga penduduk bermetamorfosis menjadi bagian dari solusi kemudian melaporkan segala bentuk pembohongan online yang pada alami.

“Hal Ini adalah mencerminkan komitmen lalu tanggung jawab Telkomsel pada merancang habitat digital yang dimaksud aman serta bertanggung jawab, ke mana setiap individu memiliki peran penting pada menyimpan keamanannya,” ujar Saki di siaran persnya, Hari Senin (25/3/2024).

Telkomsel telah terjadi menyediakan beragam kanal layanan bagi pelanggan yang mana ingin mendapatkan informasi ataupun melaporkan prospek penipuan online yang dimaksud mengatasnamakan Telkomsel. Pelanggan dapat menghubungi layanan Call Center 24 jam pada nomor kontak 188, mengirimkan SMS pengaduan ke 1166 dengan format: PENIPUAN#NOMOR PENIPU#ISI SMS PENIPUAN, email [email protected] kemudian datang ke gerai GraPARI terdekat.

Selain itu, komunitas juga dapat mengakses kanal layanan otoritas melalui web resmi www.aduannomor.id dari Kementerian Kominfo RI untuk aduan penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan.

Telkomsel juga menghimbau untuk seluruh pelanggan untuk senantiasa waspada di menjaga keamanan data diri dan juga dapat melaporkan segala bentuk pembohongan online yang dimaksud dia terima, tidak ada memberikan kode OTP, PIN, Password, ataupun informasi lainnya terhadap pihak-pihak yang dimaksud tidak ada bertanggung jawab serta mengatasnamakan operator seluler.

Memperkuat inisiatif “Telkomsel Jaga Data” melalui pergerakan #BersatuKitaLapor ini, Telkomsel juga meluncurkan video edukasi yang digunakan menggambarkan aksi kecurangan online oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, guna mendapatkan data pribadi dari calon korban. Video yang dimaksud bertujuan meningkatkan kewaspadaan penduduk pada melindungi diri merek dari ancaman kejahatan siber serta melaporkan kemungkinan pembohongan online apabila pernah mengalami atau mengetahui kejadiannya. Pengetahuan lebih banyak lanjut mengenai inisiatif waspada penipuan kemudian #BersatuKitaLapor dapat dilihat pada link ini.

Dia menegaskan komitmen Telkomsel di mengantisipasi persoalan hukum penyalahgunaan online terus diwujudkan melalui rangkaian langkah pencegahan terkait keamanan siber, seperti peningkatan dan juga pembaruan sistem keamanan dan juga penambahan fitur-fitur keamanan baru yang sudah ada tersertifikasi ISO 27001 untuk keamanan informasi.

“Kemudian melakukan verifikasi data pelanggan secara berkala untuk menjaga dari penggelapan dengan menggunakan data palsu, bekerja serupa dengan pihak berwenang, hingga melakukan edukasi lalu sosialisasi terhadap pelanggan,”¬†paparnya.

Melalui inisiatif edukasi #BersatuKitaLapor, Telkomsel juga mengambil peran sebagai agen pembaharuan di meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya merawat keamanan digital bersama-sama,” tutup Saki.

Artikel Selanjutnya Gaet Google, Telkomsel Kini Punya Pengganti SMS

Artikel ini disadur dari Telkomsel Jaga Data Dorong Masyarakat Perangi Modus Penipuan Online