Berita  

The Fed Masih Tahan Suku Bunga, Bursa Asia Pasifik Terkoreksi

The Fed Masih Tahan Suku Bunga, Bursa Asia Pasifik Terkoreksi

JakartaBursa Asia-Pasifik menggerakkan beragam dengan didominasi dalam zona merah pada pengaktifan perdagangan Hari Senin (25/3/2024).

Indeks KOSPI Korea Selatan, Straits Times Index, lalu Shanghai Composite China dibuka lebih besar rendah, sedangkan Hang Seng Hong Kong mampu menguat tipis.

Pergerakan bursa Asia dipengaruhi oleh komentar para pengambil kebijakan Federal Reserve yang mana memberikan petunjuk mengenai penilaian perekonomian serta prospek kebijakan suku bunga.

The Fed pada perjumpaan terakhir kali mempertahankan suku bunga tidak ada berubah, dan juga komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell menunjukkan bahwa pemangkasan akan datang meskipun telah lama terjadi pembacaan pemuaian yang tersebut besar baru-baru ini yang dimaksud menimbulkan beberapa penanam modal gelisah terhadap penundaan jadwal pelonggaran.

Faktor-faktor yang tersebut harus diperhatikan di menentukan kebijakan ke depan salah satunya pertumbuhan, inflasi, pengangguran, perkiraan waktu pembaharuan suku bunga, lalu tingkat suku bunga Negeri Paman Sam yang tersebut diharapkan dapat turut menentukan kebijakan pada waktu dekat.

Gubernur Dewan bank sentral Negeri Paman Sam (Federal Reserve) Christopher Waller akan berbicara tentang prospek ekonomi ke Economic Club of New York Reception, New York City.

Hal ini ditunggu pangsa khususnya komentar para pengambil kebijakan Federal Reserve dapat memberikan petunjuk mengenai penilaian dunia usaha kemudian prospek kebijakan FOMC. Faktor-faktor yang mana harus diperhatikan salah satunya pertumbuhan, inflasi, pengangguran, perkiraan waktu pembaharuan suku bunga fed fund, lalu tingkat suku bunga fed fund yang tersebut diharapkan pada waktu dekat.

Di hari yang sama, Inggris akan merilis laju pertumbuhan tahunan Ekonomi Nasional untuk kuartal IV-2023 secara final lalu menurut konsensus diperkirakan terkontraksi 0,2%.

Selain itu, Amerika Serikat juga akan merilis laju peningkatan Ekonomi Nasional secara final dalam kuartal IV-2023 dan juga diperkirakan berada dalam hitungan 3,2% atau lebih besar rendah dibandingkan kuartal III-2023 yang digunakan berjauhan lebih besar tinggi yakni 4,9%.

Pada Hari Jumat (29/3/2024), Negeri Paman Sam akan merilis naiknya harga (PCE) yang digunakan diperkirakan masih stagnan pada level 2,4% yoy untuk periode Februari 2024.

Data PCE ini berubah jadi salah satu pertimbangan utama bagi The Fed untuk menurunkan suku bunganya. Jika data PCE menurun, maka probabilitas The Fed di memangkas suku bunga akan tambahan besar.

Di akhir pekan depan, Ketua The Fed Jerome Powell akan berpartisipasi di diskusi yang digunakan dimoderatori dalam hadapan Pertemuan Makroekonomi dan juga Kebijakan Moneter Federal Reserve Bank of San Francisco.

Komentar Ketua The Fed dapat memberikan petunjuk, atau bahkan panduan spesifik, mengenai penilaian sektor ekonomi serta prospek kebijakan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan salah satunya pertumbuhan, inflasi, pengangguran, perkiraan waktu inovasi suku bunga fed fund, kemudian tingkat suku bunga fed fund yang digunakan diharapkan di waktu dekat.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Artikel Selanjutnya Simak Rahasia Cuan dari 5 Momentum Pasar Modal

Artikel ini disadur dari The Fed Masih Tahan Suku Bunga, Bursa Asia Pasifik Terkoreksi