Uji kelayakan KPID-KIP Sulsel dimulai 1-2 April 2024

Uji kelayakan KPID-KIP Sulsel dimulai 1-2 April 2024

“Untuk fit lalu proper test KIPD dan juga KIP bukan ada masalah. Terkait keterlambatan tes itu lantaran masa Pemilu, Pileg juga Pilpres. Namun kami ke Komisi A telah bersepakat melanjutkan tes,”

Makassar – Komisi A DPRD Provinsi Sulawesi Selatan diagendakan melaksanakan fit and proper test atau uji kelayakan lalu kepatutan Calon Anggota Komisi Penyiaran Tanah Air Daerah (KPID) dan juga Komisi Pengetahuan (KIP) Provisi ke mulai 1-2 April 2024 dalam Kantor DPRD Sulsel.

"Untuk fit dan juga proper test KIPD serta KIP tak ada masalah. Terkait keterlambatan tes itu akibat masa Pemilu, Pileg dan juga Pilpres. Namun kami dalam Komisi A sudah ada bersepakat melanjutkan tes," ujar Ketua Komisi A Andi Syafiuddin Patahuddin untuk wartawan pada waktu konferensi pers dalam kantor DPRD setempat, Jumat.

Ia mengemukakan keterlambatan yang dimaksud juga dikarenakan surat pengumuman nama calon anggota KPID sejumlah 21 pemukim juga KIP sebanyak-banyaknya 15 pemukim baru diterima dari eksekutif Provisi (Pemprov) melalui Dinas Komunikasi kemudian Berita kemarin sore.

Dengan adanya nama-nama yang disebutkan diterima pihaknya segera melanjutkan serangkaian berikutnya dengan mengumumkan untuk umum termasuk menerima masukan, tanggapan lalu kritik dari rakyat terhadap para calon komisioner tersebut.

Pihaknya memverifikasi proses uji kelayakan kemudian kepatutan nanti semua calon diperlakukan identik termasuk menggaransi tahapan seleksi berjalan secara objektif dan juga seadil-adilnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi A yang tersebut juga bertugas PIC yang tersebut bertanggungjawab menjadi pemimpin uji kelayakan dan juga kepatutan yang dimaksud dengan membuka ruang seluas-luasnya terhadap rakyat menyampaikan masukan, tanggapan juga kritik untuk para calon sampai 30 Maret 2024.

"Tanggapan komunitas dapat segera menyebabkan ke Komisi A Kantor DPRD Sulsel dengan format tertulis,dan ini terbuka. Setelah itu, pasukan akan mengambil tindakan juga menerima tanggapan penduduk itu salah satunya mempertimbangkannya," kata Arfandi.

Pihaknya berharap, ada tanggapan warga yang tersebut masuk pasca nama-nama calon dipublikasikan di media sampai 30 Maret 2024. Karena rute tes dimulai 1 April 2024 untuk KPID lalu 2 April untuk KIP Sulsel.

"Untuk uji kepatutan dan juga kelayakan nanti semua kontestan posisinya sama, lalu para kontestan nanti akan mengambil nomor antre, jadi bukan sesuai abjad. Siapa yang tersebut mengambil nomor awal maka itu lebih tinggi dulu pada uji, tuturnya.

Mengenai dengan mekanisme ujian tersebut, kata dia, pihaknya mengedepankan musyawarah mufakat, sebab kalau satu pemukim satu pendapat akan lama. Kendati demikian, apabila ada kebuntuan maka dilakukan voting.

"Kita kedepankan musyawarah mufakat, kalau bukan berjalan kesepakatan maka direalisasikan voting untuk menentukan nama-nama dari satu sampai 10 termasuk cadangannya untuk kuota tujuh penduduk komisioner KPID. Dan KIP juga sama, satu sampai delapan diantaranya cadangannya dengan kuota lima pendatang komisioner," katanya menjelaskan.

Anggota Komisi A lainnya Fadriaty Negeri Paman Sam menambahkan, pihaknya mengakui proses penentuan nama-nama komisioner yang disebutkan cukup berat. Ia berharap nantinya mengarah ke musyawarah mufakat, sebab bila terbentuk voting maka unsur subyektifitas pasti ada dari anggota Komisi A.
 

Artikel ini disadur dari Uji kelayakan KPID-KIP Sulsel dimulai 1-2 April 2024