Berita  

Update Terkini Penembakan Moskow: Jumlah Korban-Putin Tunjuk negeri Ukraina

Update Terkini Penembakan Moskow: Jumlah Korban-Putin Tunjuk negeri tanah Ukraina

  • Pengakuan ISIS
  • Moral Jatuh
  • Presiden Rusia Tuding negara Ukraina

Jakarta – Rusia memperingati hari berkabung nasional pada Mingguan (24/2/2024) setelahnya insiden pembantaian di dalam gedung konser Ibu Kota Rusia yang tersebut menewaskan 137 orang, dalam mana Negara Islam (IS/ISIS) mengeklaim bertanggung jawab serta dituduh pertama muncul dalam pengadilan.

Pengadilan distrik Basmanny Ibu Kota Rusia memerintahkan Dalerdjon Barotovich Mirzoyev, individu warga negara Tajikistan, untuk ditahan sambil mengawaitu penyelidikan terorisme, kata sebuah pernyataan dari pengadilan kota Ibu Kota Rusia di Telegram.

Mirzoyev “telah sepenuhnya mengakui kesalahannya”, tambahnya.

Presiden Vladimir Kepala Negara Rusia sudah berjanji untuk menghukum merek yang digunakan berada di dalam balik “serangan teroris biadab” tersebut, dan juga mengemukakan bahwa keempat pria bersenjata yang disebutkan telah dilakukan ditangkap di mana mencoba melarikan diri ke Ukraina. Kyiv dengan tegas membantah adanya kaitan dengan serangan tersebut.

Putin bukan menghasilkan pernyataan umum mengenai klaim tanggung jawab kelompok ISIS.

Setidaknya 137 orang, di antaranya tiga anak-anak, tewas hari terakhir pekan waktu malam sewaktu orang-orang bersenjata menyerbu Balai Daerah Perkotaan Crocus dalam Krasnogorsk, pinggiran utara Moskow, dan juga kemudian membakar binaan tersebut.

Ini adalah serangan paling mematikan pada Eropa yang mana diklaim dijalankan oleh ISIS.

Komite Investigasi Rusia mengunggah video empat terdakwa yang dimaksud diseret ke markas besarnya pada Moskow.

Tidak ada pernyataan mengenai tujuh terdakwa lainnya yang dimaksud ditangkap terkait penyerangan tersebut.

Para pejabat menyatakan orang-orang bersenjata itu semuanya warga negara asing.

Pengakuan ISIS

Kelompok ISIS pada Hari Sabtu mengunggah di dalam Telegram bahwa serangan itu “dilakukan oleh empat pejuang ISIS yang tersebut bersenjatakan senapan mesin, pistol, pisau, dan juga bom api” sebagai bagian dari “perang yang dimaksud berkecamuk” dengan “negara-negara yang mana memerangi Islam.”

Sebuah video berdurasi sekitar satu setengah menit, yang tampaknya direkam oleh orang-orang bersenjata, sudah ditaruh pada akun media sosial yang biasanya digunakan oleh ISIS, menurut kelompok intelijen SITE.

Video tersebut, yang mana tampaknya diambil dari lobi tempat konser, memperlihatkan beberapa individu dengan wajah kabur juga pengumuman kacau, menembakkan senapan serbu dengan tubuh lembam tersebar ke lantai juga api mulai menyala di latar belakang.

Penyelidik Rusia mengemukakan bahwa pasca berjalan menyeberangi teater juga menembaki penonton, orang-orang bersenjata membakar binaan tersebut, menjebak banyak warga ke dalamnya.

Pejabat kesejahteraan mengemukakan jumlah total penderita meningkat berubah jadi 182, dengan 101 pemukim masih dirawat di rumah sakit, 40 pada antaranya berada pada keadaan “kritis” atau “sangat kritis”.

Serangan yang dimaksud merupakan yang mana paling mematikan di Rusia sejak pengepungan sekolah Beslan pada tahun 2004.

Kementerian Situasi Darurat sejauh ini sudah menyebutkan nama 29 korban, namun kobaran api mempersulit proses identifikasi.

Kementerian pada Akhir Pekan mengunggah video alat berat tiba pada area untuk membongkar bangunan yang rusak dan juga membersihkan puing-puing.

Moral Jatuh

Di jalan-jalan ibu kota Rusia pada Minggu, muncul keterkejutan dan juga kesedihan.

“Ini adalah sebuah tragedi. Saya hancur secara moral,” kata Ruslana Baranovskaya, terhadap AFP.

“Orang-orang tiada tersenyum…semua pendatang merasa kehilangan,” kata Valentina Karenina, pribadi pensiunan yang dimaksud berdiri di dalam jalan dekat Lapangan Merah.

Museum, teater, lalu bioskop ke seluruh negeri ditutup serta papan reklame diganti dengan poster peringatan.

Para pelayat terus berdatangan ke gedung konser pada barat laut Wilayah Moskow untuk meletakkan bunga sebagai penghargaan untuk para korban.

Lebih dari 5.000 pendatang mendonorkan darahnya pasca serangan itu, kata para pejabat, kemudian berbagai pada antara dia yang digunakan mengantri panjang dalam luar klinik.

Di luar negeri, simpatisan meninggalkan karangan bunga pada luar kedutaan Rusia.

Putin telah lama bersumpah akan melakukan “pembalasan lalu pelupaan” untuk “teroris, pembunuh, dan juga non-manusia” yang digunakan melakukan “serangan teroris yang mana biadab.”

Beberapa sekutunya telah dilakukan menyerukan negara yang dimaksud untuk mencabut moratorium hukuman mati, yang mana memicu kegelisahan dalam kalangan kritikus Kremlin.

Putin Tuding Ukraina

Pernyataan Pemimpin Rusia pada Hari Sabtu menunjukkan adanya hubungan antara insiden yang disebutkan dengan Ukraina.

“Mereka mencoba melarikan diri serta melakukan perjalanan menuju Ukraina, dalam mana, menurut data awal, sebuah jendela telah dilakukan disiapkan bagi dia di sisi negara Ukraina untuk melintasi perbatasan negara,” kata Presiden Rusia tentang para penyerang di pidatonya yang digunakan disiarkan televisi.

Presiden negeri Ukraina Volodymyr Zelensky, di pidato malamnya pada Sabtu, menolak tuduhan bahwa Kyiv terlibat. Di Moskow, beberapa orang pihak juga meragukan klaim Putin.

“Saya tiada percaya dengan versi keterlibatan Ukraina… ini lebih besar seperti versi yang dimaksud dilaksanakan oleh ekstremis Islam,” kata Vomik Aliyev, manusia remaja berusia 22 tahun yang tersebut rutin pergi ke gedung konser.

Washington juga menampik anggapan bahwa Kyiv terlibat.

“ISIS bertanggung jawab penuh melawan serangan ini,” kata perwakilan Dewan Keselamatan Nasional Gedung Putih, Adrienne Watson.

Artikel Selanjutnya ‘Kiamat’ Baru Tiba-Tiba Hantam Moskow, Presiden Rusia Mendadak Perintahkan Hal ini

Artikel ini disadur dari Update Terkini Penembakan Moskow: Jumlah Korban-Putin Tunjuk Ukraina