Berita  

Usut Pihak Biayai Pelarian Harun Masiku, KPK Diminta Lacak Rekening Bank Orang Terdekat

Usut Pihak Biayai Pelarian Harun Masiku, KPK Diminta Lacak Rekening Bank Orang Terdekat

Berita Terkini Hari IniMelex.id Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disarankan menelusuri pihak yang membiayai pelarian Harun Masiku melalui penelusuran transkasi tabungan bank orang-orang terdekatnya. Mantan caleg PDIP itu sudah ada empat tahun menajdi buronan KPK sejak ditetapkan sebagai dituduh tindakan hukum korupsi pada Januari 2020.

“Telusuri aliran rekeningnya mereka,” kata Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap untuk Suara.com, Hari Jumat (5/1/2024).

Yudi menyebut, sebagai buronan Harun Masiku dinilai masih mempercayai orang-orang terdekatnya.

“Dari orang-orang yang dekat denganya, sahabatnya, mitra kerjanya atau orang yang mana dianggap/diketahui dekat dengan HM (Harun),” ujar Yudi.

“Sebab kalau orang buron tentu beliau hanya saja percaya pada orang yang digunakan saya sebutkan tadi. Bukan dengan orang yang tersebut baru kenal juga asing,” sambungnya.

Sebelumnya, Yudi mendesak KPK menelusuri pihak yang membiayai pelarian Harun Masiku.

“Harun Masiku ini kan beliau selama pelarian ia enggak kemungkinan besar bekerja, pasti ada yang digunakan menyuplai kebutuhannya. Nah, ini yang dimaksud harus dicari oleh penyidik. Pengalaman saya (sebagai eks penyidik), kita mencari dulu nih, orang-orang dekatnya yang menyuplai,” kata Yudi.

Menurutnya, Harun Masiku sebagai manusia mempunyai kebutuhan, sehingga dengan mengusut pihak yang mana membiayi pelariannya, KPK akan menemukan titik terang akan keberadaannya.

“Ingat loh, beliau kan sejenis kayak kita, selama pelarian Tentu, beliau butuh makan, tempat tinggal, keinginan ,ya, sandang, pangan, papan lah,” tutur Yudi.

Empat Tahun Buron

Harun Masiku sudah buron kurang lebih tinggi empat tahun. Dia ditetapkan sebagai terperiksa penyuap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan pada Januari 2020. Suap itu dilakukannya untuk lolos ke DPR RI melalui pergantian antar waktu (PAW).

Pada perkara ini, KPK menetapkan 4 orang tersangka. Wahyu Setiawan selaku penerima suap sudah pernah divonis penjara selama 7 tahun dan juga denda Rupiah 200 jt pada 2021.

Namun pada waktu ini, Wahyu sudah dinyatakan bebas secara bersyarat terhitung sejak 6 Oktober 2023.

Sementara Saeful Bahri lalu Agustiani sebagai perantara juga sudah pernah divonis. Saeful Bahri dipidana satu tahun delapan bulan penjara juga denda Mata Uang Rupiah 150 jt subsider empat bulan kurungan. Sedangkan Agustiani empat tahun penjara dan juga denda Rupiah 150 juta, subsider empat bulan kurungan.

Sumber : Suara.com