Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 (K-13) merupakan dua kurikulum yang pernah dan/atau digunakan dalam sistem pendidikan Indonesia. Keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi memiliki perbedaan dalam pendekatan pembelajaran, struktur kurikulum, asesmen, serta peran guru dan siswa.
Apa Itu Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, karakteristik, dan kemampuan peserta didik.
Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada materi esensial, pengembangan kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan penerapan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Apa Itu Kurikulum 2013?
Kurikulum 2013 atau K-13 merupakan kurikulum yang menekankan keseimbangan antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran K-13 menggunakan pendekatan saintifik yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013
| Aspek | Kurikulum Merdeka | Kurikulum 2013 |
|---|---|---|
| Fokus pembelajaran | Materi esensial dan pengembangan kompetensi | Kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan |
| Pendekatan | Lebih fleksibel dan berpusat pada siswa | Pendekatan saintifik |
| Struktur kurikulum | CP, TP, dan ATP | KI dan KD |
| Perencanaan | Modul ajar/perangkat ajar yang lebih fleksibel | RPP dengan komponen yang lebih terstruktur |
| Materi | Materi esensial sehingga pembelajaran dapat lebih mendalam | Cakupan materi lebih banyak dan terstruktur |
| Asesmen | Menekankan asesmen formatif dan perkembangan kompetensi | Penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan |
| Pembelajaran | Dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa | Lebih mengikuti struktur dan kompetensi yang telah ditetapkan |
| Projek | Terdapat projek penguatan karakter melalui P5 | Tidak memiliki P5 sebagai struktur khusus kurikulum |
| Peran guru | Lebih fleksibel dalam merancang pembelajaran | Lebih mengikuti struktur kompetensi dan pendekatan yang ditetapkan |
| Peran siswa | Lebih aktif mengeksplorasi dan mengembangkan kompetensi | Aktif melalui pendekatan saintifik |
1. Perbedaan Fokus Pembelajaran
Pada Kurikulum Merdeka, pembelajaran berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi siswa. Guru memiliki ruang yang lebih besar untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi peserta didik.
Sementara itu, Kurikulum 2013 menekankan keseimbangan antara aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
2. Perbedaan Struktur Kurikulum
Salah satu perbedaan yang cukup jelas terdapat pada struktur perencanaan pembelajaran.
Dalam Kurikulum Merdeka dikenal istilah:
- Capaian Pembelajaran (CP)
- Tujuan Pembelajaran (TP)
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Sedangkan Kurikulum 2013 menggunakan:
- Kompetensi Inti (KI)
- Kompetensi Dasar (KD)
3. Perbedaan Materi Pembelajaran
Kurikulum Merdeka memberikan lebih banyak ruang untuk mempelajari materi esensial secara mendalam.
Guru tidak harus mengejar terlalu banyak materi sehingga siswa memiliki kesempatan untuk memahami konsep dengan lebih baik.
Pada Kurikulum 2013, cakupan kompetensi dan materi pembelajaran lebih terstruktur berdasarkan Kompetensi Dasar yang harus dicapai.
4. Perbedaan Perangkat Pembelajaran
Dalam Kurikulum Merdeka, guru dapat menggunakan dan mengembangkan modul ajar sesuai kebutuhan pembelajaran.
Dalam Kurikulum 2013, guru umumnya menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan KI dan KD.
5. Perbedaan Asesmen
Kurikulum Merdeka lebih memberikan perhatian pada asesmen formatif, yaitu asesmen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan dan kebutuhan belajar siswa selama proses pembelajaran.
Asesmen dapat digunakan guru untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Pada Kurikulum 2013, penilaian mencakup beberapa aspek, terutama:
- Sikap
- Pengetahuan
- Keterampilan
6. Perbedaan Projek
Salah satu karakteristik Kurikulum Merdeka adalah adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian dari struktur kurikulum.
Melalui projek, siswa dapat belajar melalui kegiatan yang lebih kontekstual dan mengembangkan karakter serta kompetensi.
Kurikulum 2013 tidak memiliki P5 sebagai struktur khusus seperti pada Kurikulum Merdeka.
7. Perbedaan Peran Guru
Dalam Kurikulum Merdeka, guru diberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menentukan strategi, metode, dan aktivitas pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan kompetensinya.
Pada Kurikulum 2013, guru juga berperan sebagai fasilitator, tetapi pembelajaran lebih terikat pada struktur KI, KD, dan pendekatan saintifik.
8. Perbedaan Peran Siswa
Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk lebih aktif dalam:
- Berdiskusi
- Mengeksplorasi
- Memecahkan masalah
- Melakukan projek
- Mengembangkan kreativitas
- Merefleksikan proses belajar
Kurikulum 2013 juga menempatkan siswa sebagai pembelajar aktif melalui pendekatan saintifik, tetapi struktur pembelajarannya lebih terarah pada kompetensi yang telah ditentukan.

Contoh Sederhana Perbedaannya
Misalnya guru IPA mengajarkan materi pencemaran lingkungan.
Pada Kurikulum 2013, guru dapat mengarahkan siswa melalui kegiatan:
Mengamati → Menanya → Mengumpulkan Informasi → Mengasosiasi → Mengomunikasikan
Sedangkan dalam Kurikulum Merdeka, guru dapat memberikan permasalahan nyata, misalnya:
“Bagaimana cara mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah?”
Kemudian siswa dapat melakukan pengamatan, mengumpulkan data, berdiskusi, mencari solusi, membuat produk atau aksi, dan mempresentasikan hasilnya.
Dengan demikian, pembelajaran dapat lebih kontekstual dan disesuaikan dengan kondisi sekolah serta kebutuhan siswa.
Persamaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013
Meskipun memiliki banyak perbedaan, keduanya memiliki beberapa persamaan, yaitu:
- Sama-sama bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan.
- Sama-sama menempatkan siswa sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.
- Sama-sama mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
- Sama-sama mendorong pembelajaran aktif.
- Sama-sama menggunakan asesmen untuk mengetahui perkembangan belajar siswa.
- Sama-sama memberikan peran penting kepada guru dalam merancang pembelajaran.
Kesimpulan
Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 terutama terlihat pada struktur kurikulum, pendekatan pembelajaran, perencanaan pembelajaran, asesmen, dan fleksibilitas guru.
Kurikulum Merdeka lebih menekankan materi esensial, pengembangan kompetensi, fleksibilitas pembelajaran, serta pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sementara Kurikulum 2013 memiliki struktur kompetensi yang lebih terperinci melalui KI dan KD serta menggunakan pendekatan saintifik sebagai salah satu ciri pembelajarannya.
Secara sederhana, Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas bagi guru dan sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran, sedangkan Kurikulum 2013 memiliki struktur kompetensi dan pembelajaran yang lebih terperinci.