Menaker Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa uang saku bagi peserta Magang Nasional 2026 akan sepenuhnya dibayar oleh pemerintah, belum melibatkan mitra perusahaan. Ia menegaskan bahwa jumlah uang saku sama dengan upah minimum yang berlaku di kota/kabupaten (UMK) atau provinsi (UMP). Kemenko Bidang Perekonomian dan Kemenkeu telah menyetujui anggaran serta kuota peserta sebesar 150.000 orang. Namun, pihaknya masih mengevaluasi usulan kontribusi uang saku yang akan dibagi bersama perusahaan mitra. Menaker berharap peran perusahaan menjadi lebih aktif, termasuk melalui program mentorship, dan akan dibentuk mekanisme evaluasi yang lebih detail. Pada akhir April, ia mengungkapkan bahwa pembagian pembayaran uang saku antara pemerintah dan perusahaan memerlukan komitmen perusahaan sejak awal, termasuk kewajiban memberikan sertifikat kompetensi pada akhir program. Selain itu, pemerintah sedang menyiapkan timeline kegiatan bagi fresh graduate yang ingin ikut Magang Nasional 2026. Target pelaksanaan fase I pada Juli, dengan angkatan pertama yang berjumlah 50.000 peserta. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Harapan tumbuh di Jembatan Barombong
Setiappagi dan sore, kawasan Barombong di selatan Makassar dipenuhi deretan kendaraan, klakson yang berkeroncongan, dan wajah lelah warga yang…